Sabang, INfoPublik - Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Sabang, Aceh bukan sekadar seremoni pengibaran Sang Saka Merah Putih. Pemerintah Kota Sabang mengajak seluruh masyarakat memperkuat pembangunan, menjaga perdamaian, serta menjadikan pariwisata sebagai penggerak perekonomian daerah.
Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam usai memimpin Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Dharma Bhakti, Jalan Yos Sudarso, Senin (17/8/2026).
Mengusung tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, upacara berlangsung mulai pukul 08.30 WIB dan berjalan khidmat. Sebanyak 23 anggota Paskibraka yang merupakan putra-putri terbaik Kota Sabang mendapat tugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih.
Upacara tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan OPD, TNI/Polri, Satpol PP, ASN, instansi vertikal, organisasi kemasyarakatan, serta para pelajar dari tingkat SD hingga SMA.
Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sementara Kapten Adm. Evan Akbar, Kepala Sekretariat Lanud Maimun Saleh, dipercaya sebagai Komandan Upacara. Adapun Letda Pom Gesang Prasojo, Ps. Kasildampfik Satpom Lanud Maimun Saleh, bertugas sebagai Perwira Upacara.
Zulkifli mengatakan, kemerdekaan harus dimaknai lebih dari sekadar mengenang perjuangan para pahlawan. Menurutnya, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan melalui kerja nyata dan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Penting bagi kita semua, terkhusus kepada masyarakat Sabang, bagaimana kita bisa mengisi kemerdekaan ini dengan baik, mengenang jasa para pahlawan, dan bersama-sama membangun Sabang ke depan agar lebih baik,” ujarnya.
Ia menilai pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian penting dalam menciptakan Sabang yang semakin maju dan nyaman.
Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Aceh, Sabang memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Karena itu, Zulkifli mengajak warga bersama-sama menjaga daya tarik kota, khususnya melalui kebersihan dan keramahan kepada wisatawan.
Menurutnya, pengalaman wisatawan selama berada di Sabang tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga oleh kenyamanan dan sikap masyarakat dalam menerima para tamu.
“Apalagi Sabang merupakan daerah wisata, kita harus sama-sama saling menjaga, terutama kebersihan dan keramahtamahan masyarakat, agar dapat memberikan kenyamanan bagi semua tamu yang berdatangan ke Sabang,” katanya.
Ia menegaskan, sektor pariwisata memiliki hubungan erat dengan kehidupan ekonomi masyarakat Sabang. Oleh sebab itu, pengembangan wisata harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan agar manfaat ekonominya semakin luas dirasakan masyarakat.
“Wisata ini harus dikembangkan dengan baik, supaya bisa memberikan dampak ekonomi yang lebih baik kepada masyarakat,” lanjutnya.
Selain pembangunan dan pariwisata, Zulkifli juga mengingatkan pentingnya menjaga perdamaian Aceh yang telah berlangsung selama 21 tahun.
Menurutnya, situasi aman dan damai merupakan modal penting dalam membangun daerah sekaligus memberikan harapan yang lebih besar bagi generasi mendatang.
Ia mengajak masyarakat untuk menjaga kondisi tersebut dengan mengedepankan persatuan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap masa depan Aceh.
Pesan khusus juga disampaikan Zulkifli kepada generasi muda Sabang. Ia mengingatkan agar masa muda diisi dengan kegiatan positif dan menjadi kesempatan untuk mempersiapkan masa depan.
“Pemuda harus tahu bahwa hidupnya harus diisi dengan hal-hal yang baik. Karena masa muda itu panjang, bagaimana kita mengisi masa muda ini untuk bisa mencari dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik di masa tua,” tuturnya.
Ia berharap generasi muda Sabang tidak hanya menjadi penikmat pembangunan, tetapi juga kelak tampil sebagai pelaku utama yang membawa daerah tersebut semakin maju.
Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Sabang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Remisi Umum bagi Narapidana dan Pengurangan Masa Pidana Umum bagi Anak Binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sabang.
Penyerahan remisi yang dilakukan Wali Kota Sabang bersama Forkopimda tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan sekaligus bentuk penghargaan dalam proses pembinaan warga binaan.
Bagi Kota Sabang, peringatan kemerdekaan tahun ini menjadi pengingat bahwa semangat merdeka tidak berhenti pada upacara. Kemerdekaan perlu diwujudkan melalui pembangunan, perdamaian, lingkungan yang terjaga, pelayanan yang ramah, serta pariwisata yang mampu membuka semakin banyak peluang ekonomi bagi masyarakat.