Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata, Bupati Soroti Potensi Besar Maluku Tenggara
Bupati Maluku Tenggara,Muhamad Thaher Hanubun. Foto;Rikhard
Bupati Maluku Tenggara,Muhamad Thaher Hanubun. Foto;Rikhard
Langgur, InfoPublik – Keterbatasan anggaran tidak boleh mematahkan kreativitas dan inovasi pembangunan.
Pesan itu disampaikan Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, seusai Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Lapangan Upacara Kantor Bupati Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, Senin (17/8/2026).
Thaher menegaskan, efisiensi anggaran harus menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk menentukan prioritas, menemukan pola kerja yang lebih efektif, serta mengoptimalkan potensi yang dimiliki Maluku Tenggara.
“Efisiensi tidak boleh menjadi penghalang untuk inovasi dalam pembangunan. Efisiensi tidak menjadikan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara patah semangat,” tegasnya.
Menurut Thaher, aparatur sipil negara (ASN) harus tetap bekerja dengan penuh tanggung jawab dan menempatkan pelayanan kepada masyarakat sebagai prioritas.
“Yang sedikit ini kita maksimalkan untuk melayani masyarakat. Jangan putus asa, tetap bekerja untuk negara,” pesannya.
Ia menilai kualitas pemerintahan tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran. Kemampuan aparatur menentukan prioritas, berinovasi, membangun kolaborasi, dan memastikan program memberikan dampak kepada masyarakat juga menjadi faktor penting.
Maluku Tenggara, kata Thaher, memiliki kekayaan sumber daya alam yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi. Potensi kelautan, perikanan, pertanian, pariwisata, dan sumber daya lainnya perlu dikelola secara bijaksana dan berkelanjutan untuk menciptakan nilai tambah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita memiliki hasil alam yang bisa dikelola untuk kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kita tidak boleh hanya melihat keterbatasan, tetapi harus melihat peluang dan potensi yang kita miliki,” ujarnya.
Pengembangan potensi tersebut membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi diharapkan membuat pembangunan tidak semata-mata bergantung pada belanja pemerintah, tetapi juga mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Kemerdekaan dan Semangat Persatuan
Bagi Thaher, peringatan kemerdekaan menjadi kesempatan untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus merefleksikan tanggung jawab generasi saat ini dalam melanjutkan perjuangan melalui kerja nyata dan pembangunan.
“Di usia 81 tahun kemerdekaan ini, mari kita selalu mengingat jasa para pahlawan. Tugas kita sekarang adalah menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan bersama-sama membangun Maluku Tenggara,” ujar Thaher.
Semangat nasionalisme masyarakat, lanjutnya, terlihat dalam berbagai kegiatan peringatan kemerdekaan. Perayaan tidak hanya terpusat di Langgur, tetapi juga berlangsung di sejumlah wilayah kepulauan Maluku Tenggara.
Thaher mengapresiasi masyarakat di Kei Kecil dan Kei Besar, termasuk Ur Pulau, Warbal, Tanimbar Kei, serta wilayah lainnya yang memeriahkan kemerdekaan melalui berbagai kegiatan sederhana.
“Saya melihat ada lomba voli, lari karung, tarik tambang, makan kerupuk dan berbagai kegiatan lainnya. Ini menunjukkan bahwa semangat nasionalisme dan kebersamaan masyarakat masih sangat tinggi di Maluku Tenggara,” katanya.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan. Ada nilai gotong royong, sportivitas, persaudaraan, dan rasa memiliki terhadap bangsa dan daerah yang tumbuh di tengah masyarakat. Modal sosial tersebut dinilai penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Apresiasi Dukungan Pemerintah Pusat
Dalam momentum peringatan kemerdekaan, Thaher turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas dukungan pemerintah pusat melalui tambahan dana bagi hasil untuk Kabupaten Maluku Tenggara.
“Atas nama 91 desa/kelurahan dan 11 kecamatan, kami mengucapkan terima kasih. Insya Allah, dana ini akan kami maksimalkan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Thaher, dukungan anggaran pemerintah pusat penting untuk memperkuat kapasitas daerah dalam menjalankan pembangunan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ia menekankan, dukungan fiskal tersebut harus dikelola secara efektif, transparan, dan tepat sasaran agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Belajar dari Masa Pandemi
Optimisme menghadapi keterbatasan juga dikaitkan Thaher dengan pengalaman Maluku Tenggara saat pandemi COVID-19. Pada periode tersebut, pemerintah daerah bersama masyarakat berupaya menjaga stabilitas ekonomi dan harga kebutuhan pokok di tengah tekanan ekonomi dan sosial.
“Pada masa pandemi COVID-19, Maluku Tenggara berhasil meraih penghargaan sebagai tim pengendali inflasi. Ini menunjukkan bahwa ketika kita bekerja bersama, keterbatasan bukan menjadi alasan untuk menyerah,” katanya.
Pengalaman tersebut, menurutnya, menunjukkan pentingnya kolaborasi, inovasi, dan ketepatan kebijakan dalam menghadapi situasi sulit. Semangat serupa perlu dipertahankan dalam menjawab tantangan pembangunan saat ini.
Thaher pun mengajak masyarakat Maluku Tenggara menjaga optimisme dan mengisi kemerdekaan melalui kerja, pengabdian, kreativitas, serta kepedulian terhadap sesama.
“Masyarakat Maluku Tenggara tidak boleh putus asa. Kita harus tetap semangat mengisi pembangunan. Mari kita bekerja sesuai kemampuan masing-masing untuk daerah dan untuk Indonesia,” tegasnya.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Maluku Tenggara menjadi momentum untuk memperkuat persatuan sekaligus mendorong inovasi dan kerja nyata. Dengan mengoptimalkan potensi daerah serta membangun kolaborasi, keterbatasan fiskal diharapkan tidak menghambat upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
(MC.Maluku Tenggara/Adolof Labetubun.)