Jakarta, InfoPublik - Berdiri dan bernyanyi di hadapan Presiden Republik Indonesia menjadi pengalaman yang sebelumnya hanya sebatas bayangan bagi Adiel Mintarja, Raisya Putri Ahmad, dan Jessie Nababan.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana, Jakarta, Senin (17/8/2026), membawa ketiganya ke panggung yang menjadi bagian dari perjalanan meraih mimpi.
Adiel datang dari Provinsi Bali sebagai anggota paduan suara Gita Bahana Nusantara (GBN) 2026. Sementara Raisya dan Jessie merupakan siswi SRT 4 DKI Jakarta yang mendapat kesempatan menjadi bagian dari paduan suara dalam rangkaian peringatan kemerdekaan.
Bagi Adiel, tampil di Istana menjadi puncak dari proses yang dimulai sejak mengikuti audisi GBN pada Juli 2026. Sebagai pengisi suara alto, ia menjalani rangkaian latihan bersama anggota GBN lainnya sebelum tampil pada peringatan HUT ke-81 RI. “Tentu perasannya sangat senang, sangat bangga, dan masih merasa sedikit tidak bisa, ga nyangka ya karena hari ini momen sekali seumur hidup yang sangat berharga bisa mewakili provinsi Bali ikut di paduan suara Gita Bahana Nusantara 2026,” ujar Adiel.
Di balik kebanggaan tersebut, Adiel menghadapi tantangan tersendiri. Membawakan lagu-lagu daerah dari berbagai penjuru Indonesia membuatnya tidak hanya dituntut menguasai teknik vokal, tetapi juga mengenali karakter lagu dan keragaman budaya yang menyertainya. “Mungkin tantangan tersendiri dari aku, dari suara alto saat kita dikasih lagu-lagu baru yang sebelumnya mungkin karena kita di sini bawa banyak lagu daerah apalagi medley Gita Bahana Nusantara nanti itu dari berbagai daerah dan tentunya ga semua kita hapal ya, itu tantangan tersendiri sih untuk mengenali semua kebudayaan dan lagu-lagunya sih,” tuturnya.
Cerita berbeda datang dari Raisya. Siswi SRT 4 DKI Jakarta itu mengaku antusias ketika mengetahui dirinya mendapat kesempatan menjadi bagian dari paduan suara yang tampil di Istana. “Senang, bahagia, dan excited banget. Kapan lagi ya bisa ke sini,” ujar Raisya.
Untuk mempersiapkan penampilan, Raisya mengikuti latihan dan gladi bersih. Baginya, proses tersebut bukan sekadar persiapan menuju panggung, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kepercayaan diri dan menunjukkan kemampuan yang dimilikinya. “Di sini aku bisa apa ya tampil di depan semua orang dengan percaya diri terus menunjukkan bakat aku yang selama ini terpendam. Terus abis itu kapan lagi bisa dilihat sama presiden dari sana,” tuturnya.
Kesempatan tampil di Istana juga memiliki makna lain bagi Raisya. Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas keberadaan Sekolah Rakyat yang menurutnya memberi kesempatan kepada anak-anak untuk kembali membangun harapan dan mengejar cita-cita. “Teruntuk bapak presiden, Pak Prabowo Subianto terima kasih sudah menciptakan sekolah rakyat yang bikin kita bisa bangkit lagi dan mulai mimpi kita lagi,” ucap Raisya.
Pengalaman serupa dirasakan Jessie Nababan. Siswi SRT 4 DKI Jakarta tersebut mengaku tidak pernah membayangkan bisa berada di Istana dan menjadi bagian dari paduan suara pada peringatan kemerdekaan. “Awalnya aku enggak pernah nyangka akan ada di titik seperti ini. Ada berdiri di tengah istana negara ini. Tampil lewat sekolah rakyat aku bisa ada di sini, itu semua juga berkat tuhan dan pasti happy banget sih kak,” kata Jessie.
Bagi Jessie, kesempatan tersebut menunjukkan bahwa ruang yang diberikan kepada seseorang dapat membuka jalan untuk kembali mengejar mimpi. “Bapak presiden Prabowo terima kasih banyak, berkat bapak saya bisa bersekolah kembali dan saya bisa ada di tengah-tengah sini itu juga berkat bapak,” ujarnya. (BPMI Setpres)