Sering Temani Ayah Jual Bubur, Raisa Kini Jadi Pembawa Baki Paskibraka Riau
Istimewa
Istimewa
Pekanbaru, InfoPublik — Dari keseharian menemani ayah berjualan bubur, Raisa Dinda Agnia melangkah hingga mendapat kepercayaan membawa baki Sang Saka Merah Putih. Siswi SMAN 2 Pekanbaru itu menjadi pembawa baki dalam upacara pengibaran bendera HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Gubernur Riau, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Senin (17/8/2026).
Di balik tugas tersebut, Raisa melewati perjalanan panjang yang ditempa melalui kegiatan organisasi, olahraga, seni, hingga proses seleksi Paskibraka yang membawanya bersaing di tingkat nasional.
Raisa lahir di Pekanbaru pada 30 Desember 2009. Putri pasangan Rival Amri dan Indah Lora Yana itu merupakan anak kedua dari tiga bersaudara.
Selama menempuh pendidikan di SMAN 2 Pekanbaru, Raisa aktif mengikuti berbagai kegiatan. Selain bergabung dalam ekstrakurikuler Paskibra, ia juga menjadi bagian dari pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).
Aktivitas tersebut membiasakan Raisa dengan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama. Karakter itu kemudian menjadi salah satu bekal ketika mengikuti proses seleksi calon Paskibraka.
Ketahanan fisiknya juga telah ditempa sejak SMP. Raisa memiliki kegemaran bermain basket yang membuatnya terbiasa menjalani aktivitas fisik sekaligus melatih daya tahan tubuh.
Selain olahraga dan organisasi, Raisa kerap mendapat kepercayaan menjadi pembawa acara atau MC dalam berbagai kegiatan sekolah. Ia juga pernah beberapa kali tampil sebagai penari Melayu saat masih duduk di bangku SMP.
Perjalanan menuju Paskibraka dimulai ketika Raisa mendaftarkan diri sebagai calon Paskibraka pada Mei 2026. Mewakili Kota Pekanbaru, ia mengikuti sejumlah tahapan seleksi bersama putra-putri terbaik lainnya dari Riau.
Langkah Raisa bahkan mencapai seleksi tingkat nasional. Ia menjadi salah satu dari enam putra-putri terbaik yang mewakili Provinsi Riau dalam tahapan tersebut.
Meski belum berhasil melaju menjadi Paskibraka tingkat pusat, langkahnya tidak berhenti. Raisa kemudian mendapat kepercayaan menjadi anggota Paskibraka Provinsi Riau dan mengemban tugas penting sebagai pembawa baki dalam upacara pengibaran Merah Putih.
Bagi keluarga, keberhasilan itu menghadirkan kebanggaan tersendiri. Ayah Raisa, Rival Amri, mengaku tidak pernah membayangkan putrinya dapat menjadi anggota Paskibraka Riau, terlebih dipercaya membawa baki.
"Saya betul-betul terharu. Tidak pernah sama sekali menyangka anak saya menjadi seorang anggota Paskibraka Riau. Apalagi melihat dia sebagai pembawa baki. Ya Allah, gak bisa berkata-kata," ujar Rival.
Rasa haru semakin kuat karena Rival mengetahui perjalanan dan keseharian putrinya. Di tengah kesibukan sekolah dan berbagai kegiatan, Raisa masih kerap meluangkan waktu menemani ayahnya berjualan bubur.
"Terharu saya, Raisa yang sering temankan saya berjualan bubur sekarang tampil membanggakan. Kedisiplinan dan ketekunan dia selama ini gak sia-sia," katanya.
Rival berharap pengalaman sebagai Paskibraka dapat menjadi bekal bagi putrinya untuk menatap masa depan. Raisa, menurut dia, pernah menyampaikan keinginan untuk menjadi dokter gigi.
"Harapan saya semoga kedepannya Raisa ini dapat menjadi orang yang bermanfaat bagi keluarga dan negara. Untuk cita-citanya, dia pernah cerita ingin menjadi dokter gigi. Ya, kita lihat nanti ke mana jalannya, yang penting terbaik untuk Raisa," tutur Rival.
Kebahagiaan serupa dirasakan sang ibu, Indah Lora Yana. Melihat putrinya berdiri membawa baki dalam upacara tingkat Provinsi Riau menjadi momen yang sulit dilupakan.
"Hari ini perasaan di hati campur aduk. Serasa mimpi melihat Raisa bisa diposisi ini. Alhamdulillah sudah berjalan lancar upacaranya, terima kasih atas doa-doa semuanya," ungkap Indah.
Kepercayaan membawa baki Sang Saka Merah Putih menjadi buah dari proses yang dilalui Raisa sejak sekolah. Organisasi membentuk tanggung jawabnya, basket menempa ketahanan fisik, sementara pengalaman tampil di depan publik turut membangun kepercayaan dirinya.
Dari berbagai proses tersebut, Raisa akhirnya mencatat salah satu pengalaman penting dalam hidupnya sebagai pembawa baki Paskibraka Provinsi Riau pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.