Jakarta, InfoPublik - Mozarifalda, warga asal Lampung yang bekerja di Tangerang, Banten, salah satu masyarakat yang berhasil mendapatkan tiket untuk menyaksikan langsung upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta.
Ia mengaku sempat gagal mendapatkan tiket pada hari pertama pendaftaran. Namun, kesempatan datang pada hari kedua. “Kalau untuk undangan ikut war di hari pertama nggak dapat, ikut di hari kedua baru dapat. Kita stay dari jam setengah 10, begitu jam 10 langsung dapat,” ujar Mozarifalda di Jakarta, Senin (17/8/2026).
Ia mengikuti proses pendaftaran menggunakan satu laptop dan satu telepon seluler. Tiket akhirnya berhasil diperoleh melalui laptop.
Untuk mengikuti pendaftaran, ia menyiapkan sejumlah persyaratan administrasi. “Persyaratannya foto KTP, selfie foto pegang KTP, sama alasan ikut upacara,” kata Mozarifalda.
Menurut Mozarifalda, pengalaman menyaksikan langsung upacara di Istana Merdeka memberikan kesan tersendiri. Ia menyebut suasana di dalam Istana berlangsung ramai dan meriah. “Kesannya seru di dalam, ramai, seru, bisa lihat secara langsung upacara bendera di Istana,” ujarnya.
Mozarifalda juga bukan kali pertama mengikuti rangkaian perayaan kemerdekaan di kawasan Istana. Ia menyebut sebelumnya pernah mengikuti kegiatan serupa pada tahun sebelumnya.
Untuk Indonesia ke depan, ia berharap bangsa Indonesia terus mengalami kemajuan dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. “Buat negara Indonesia, semoga semakin maju, adil, makmur, dan sejahtera.”
Senada dengan Mozarifalda, salah seorang Ibu asal Karawang, Desi (43) yang sehari-hari bekerja sebagai wirausaha, menjadi salah satu masyarakat yang berhasil juga mendapatkan tiket untuk menyaksikan langsung upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta.
Ia menceritakan, kunci keberhasilannya mendapatkan tiket adalah mengikuti waktu pendaftaran dengan tepat. Desi sudah bersiap sebelum pukul 10.00 WIB pada hari yang ditentukan pemerintah. “Pas jam-jam 10 itu kita sudah mulai di tanggal yang ditentukan sama pemerintah. Nah, pas jam 10 kita langsung rebut tiket dan alhamdulillah dapat,” ujar Desi.
Berbeda dengan peserta lain yang menggunakan beberapa perangkat, Desi hanya mengandalkan satu telepon seluler untuk mengikuti proses war ticket. Ia menggunakan jaringan Telkomsel.
Menurutnya, sejumlah dokumen perlu disiapkan sebelum pendaftaran, terutama KTP dan foto bersama KTP. "Yang penting jaringan lancar,” katanya sambil tersenyum.
Bagi Desi, keberhasilannya mendapatkan tiket menjadi pengalaman istimewa karena ini merupakan pertama kalinya ia berkesempatan hadir langsung di Istana untuk mengikuti momentum peringatan kemerdekaan. “Pertama kali. Semangat banget, excited, pokoknya seru, seru banget,” tuturnya.
Ia menyebut pengalaman tersebut sebagai salah satu momen yang sulit dilupakan.
Satu hal, Desi berharap momentum kemerdekaan dapat terus membawa kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat. Ia juga menyampaikan harapan agar Indonesia semakin maju dan rakyat semakin sejahtera. “Semoga lebih baik lagi, rakyat-rakyatnya lebih makmur, pokoknya Indonesia selalu sukses.”
Sebelumnya, tingginya animo masyarakat membuat pemerintah menambah 3.400 kuota masyarakat untuk mengikuti upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Kepresidenan pada 17 Agustus 2026.
Penambahan kuota dilakukan setelah jumlah peminat jauh melampaui kapasitas awal. Dari sekitar 5.500 kuota awal, jumlah pendaftar tercatat lebih dari 336 ribu orang.
Pendaftaran war tiket dilakukan secara daring melalui laman resmi Istana Kepresidenan. Pendaftaran yang semula dibuka pada 5–7 Agustus 2026 kemudian diperpanjang hingga 9 Agustus 2026 karena tingginya antusiasme masyarakat.