Jakarta, InfoPublik - Antusiasme masyarakat untuk menyaksikan langsung upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026) terlihat dari perjuangan mereka mengikuti war tiket upacara. Sejumlah warga bahkan baru berhasil memperoleh tiket setelah pendaftaran diperpanjang akibat tingginya jumlah peminat.
Salah satunya Misbahudin, karyawan swasta yang bekerja sebagai konsultan asal Kota Sukabumi. Ia mengaku sudah beberapa kali mencoba mendapatkan kesempatan hadir di Istana setiap peringatan HUT Kemerdekaan, tetapi baru tahun ini berhasil. “Setiap tahun itu selalu enggak dapat, akhirnya tahun ini dapat,” ujar Misbahudin saat ditemui di kawasan Istana Merdeka, Senin (17/8/2026).
Misbahudin memiliki alasan khusus untuk ikut menyaksikan perayaan kemerdekaan secara langsung. Ia merupakan purna Paskibraka angkatan 2012, sehingga momentum upacara di Istana memiliki kedekatan tersendiri baginya.
Ia mengatakan, perjuangan mendapatkan tiket dilakukan sejak hari pertama pendaftaran. Setelah beberapa kali gagal, keberuntungan baru datang pada masa perpanjangan pendaftaran. “Dari hari pertama, kedua, ketiga itu enggak dapat. Ternyata hari terakhir dapat. Saya pakai beberapa perangkat, akhirnya dapat dua bareng teman,” tuturnya.
Untuk mengikuti war tiket upacara HUT ke-81 RI, calon peserta perlu menyiapkan sejumlah persyaratan administrasi, antara lain KTP, foto swafoto, serta alasan mengikuti upacara.
Menariknya, saat menghadiri upacara penurunan bendera Merah Putih, Misbahudin mengenakan pakaian adat Bali.
Cerita serupa disampaikan Fala, warga asal Kota Sukabumi yang juga berhasil mendapatkan tiket bersama temannya. Ia menyebut kesempatan tersebut diperoleh setelah pemerintah memperpanjang pendaftaran karena antusiasme masyarakat sangat tinggi. Dari informasi yang diterimanya, jumlah pendaftar mencapai sekitar 336 ribu orang. “Alhamdulillah, saya sama teman saya dapat war tiket,” kata Fala.
Menurut dia, tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan di Istana memiliki daya tarik besar. Karena itu, ia berharap kuota masyarakat pada tahun-tahun mendatang dapat kembali ditambah. “Harapannya tahun depan bisa ditambah lagi kuotanya, karena melihat banyak sekali masyarakat yang ingin ikut memeriahkan kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.
Fala hadir dengan mengenakan pakaian adat Sunda, sebagai bentuk kebanggaan terhadap identitas daerah sekaligus keberagaman budaya Indonesia.
Pakaian Adat Jadi Warna Perayaan
Peserta lainnya, Lora, warga Bekasi asal Simalungun, juga berhasil mendapatkan tiket melalui mekanisme pendaftaran daring.
Ia menjelaskan, proses pendaftaran dilakukan dengan mengakses laman pendaftaran pada waktu yang telah ditentukan, kemudian mengisi data diri dan mengunggah dokumen yang dipersyaratkan. “Klik, terus mengisi data, KTP, kemudian foto selfie KTP,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Lora mengenakan pakaian adat Simalungun, Sumatra Utara.
Kehadiran warga dengan pakaian adat dari berbagai daerah turut memberikan warna tersendiri dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana. Mereka datang bukan sekadar untuk menyaksikan prosesi kenegaraan, tetapi juga membawa identitas dan kebanggaan daerah masing-masing.
Pendaftar Tembus 336 Ribu
Sebelumnya, pemerintah menambah 3.400 kuota masyarakat untuk mengikuti upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Kepresidenan pada 17 Agustus 2026.
Penambahan kuota dilakukan setelah jumlah peminat jauh melampaui kapasitas awal. Dari sekitar 5.500 kuota awal, jumlah pendaftar tercatat lebih dari 336 ribu orang.
Pendaftaran war tiket dilakukan secara daring melalui laman resmi Istana Kepresidenan. Pendaftaran yang semula dibuka pada 5–7 Agustus 2026 kemudian diperpanjang hingga 9 Agustus 2026 karena tingginya antusiasme masyarakat.
Salah seorang peserta bahkan berharap mekanisme ke depan dapat memberikan kesempatan lebih besar kepada warga yang belum pernah mengikuti upacara di Istana. “Yang sudah pernah masuk Istana mungkin ke depan enggak usah ikut lagi, supaya memberikan kesempatan kepada yang lain yang belum,” ujarnya.
Bagi para peserta, keberhasilan mendapatkan tiket setelah melewati proses war tiket menjadi pengalaman tersendiri. Mereka akhirnya dapat menyaksikan dari dekat salah satu momentum kenegaraan paling penting sekaligus merayakan 81 tahun kemerdekaan bersama masyarakat dari berbagai penjuru Indonesia.