Jakarta, InfoPublik – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengawali Upacara Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia dengan doa bagi masyarakat yang menjadi korban dan terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Doa tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kemkomdigi, Ismail sebelum membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital dalam upacara yang berlangsung di Lapangan Anantakupa Kemkomdigi, Jakarta, Senin (17/8/2026).
“Marilah kita sejenak mengheningkan cipta dan memanjatkan doa bagi saudara-saudara kita yang menjadi korban dan terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur,” ujar Ismail sebelum memimpin mengheningkan cipta.
Ismail mendoakan masyarakat yang meninggal dunia agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Ia juga menyampaikan doa bagi keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan dan ketabahan serta masyarakat terdampak memperoleh perlindungan dan pemulihan.
Sebelumnya, Kemkomdigi memastikan pemulihan layanan telekomunikasi di wilayah terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dipercepat. Hingga Minggu (16/8/2026) pukul 18.00 WIB, sebanyak 683 dari 794 site atau Base Transceiver Station (BTS) yang terdampak telah kembali beroperasi atau mencapai 86,02 persen.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengatakan, pemulihan jaringan menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana karena layanan telekomunikasi dibutuhkan masyarakat untuk berkomunikasi, memperoleh informasi, serta mendukung koordinasi penanganan bencana.
“Kami turut berduka cita atas musibah yang terjadi di Nusa Tenggara Timur. Di tengah situasi seperti ini, kami menyadari bahwa layanan telekomunikasi memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat, terutama untuk mendapatkan informasi, berkomunikasi dengan keluarga, serta mendukung koordinasi penanganan bencana,” kata Meutya Hafid, Minggu (16/8/2026).
Gempa Magnitudo 7,7 yang berpusat di Nagekeo, NTT, menyebabkan gangguan jaringan telekomunikasi di 11 kabupaten/kota. Dari total 794 site/BTS terdampak, sebanyak 111 site atau 13,98 persen masih dalam proses pemulihan.
Tiga kabupaten, yakni Alor, Lembata, dan Timor Tengah Utara, telah pulih sepenuhnya. Sementara delapan kabupaten lainnya masih memiliki site/BTS yang dalam proses pemulihan. “Sejak terjadinya gempa, Komdigi bersama penyelenggara telekomunikasi terus mengawal pemulihan jaringan di wilayah terdampak. Hingga saat ini, dari 794 site/BTS yang terdampak, sebanyak 683 site/BTS atau 86,02 persen telah kembali beroperasi,” jelas Meutya Hafid.
Menurut Menkomdigi, pemulihan ini terus dilakukan sampai seluruh layanan di wilayah terdampak dapat kembali normal. "Kami juga memastikan upaya pemulihan dilakukan secepat mungkin, terutama di wilayah yang masih mengalami gangguan,” pungkas Meutya Hafid.