Merauke, InfoPublik - Pangdam XXIV/Mandala Trikora, Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia menegaskan, generasi penerus memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan sekaligus mengisi kemerdekaan yang diperoleh melalui perjuangan panjang dan pengorbanan para pahlawan.
Hal itu disampaikan pangdam, dalam penetapan waktu (Taptu) memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Halaman Makodim 1707/Merauke, Minggu, (16/8/2026).
Menurutnya, mempertahankan kemerdekaan pada masa sekarang tidak lagi dilakukan dengan cara perjuangan fisik seperti yang dilakukan para pahlawan terdahulu. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut generasi penerus untuk mempersiapkan diri melalui pendidikan, kedisiplinan dan kerja keras.
“Mempertahankan kemerdekaan selama 81 tahun ini bukan dengan bersantai-santai, tetapi mengisi jiwa dan raga kita untuk terus belajar, mengisi diri kita untuk bisa berbuat yang terbaik kepada bangsa dan negara,” katanya.
Secara khusus, Frits menyampaikan pesan kepada para pelajar dan mahasiswa yang mengikuti Taptu.
Ia menyebutkan, generasi muda memiliki masa depan yang panjang dan akan menjadi penentu arah bangsa Indonesia di masa mendatang.
“Adik-adik yang hadir pada malam hari ini, kalian adalah generasi penerus bangsa kita ke depan. Ke mana arah bangsa ini berada di tangan kalian,” ujarnya.
Ia meminta para pelajar dan mahasiswa mengisi kemerdekaan dengan belajar secara sungguh-sungguh, disiplin dan bekerja keras sehingga mampu meraih cita-cita serta memberikan kontribusi yang lebih baik bagi bangsa dan negara.
Selain itu, Frits mengatakan, Taptu merupakan bagian dari tradisi peringatan kemerdekaan yang dilaksanakan dari tingkat nasional hingga pemerintah daerah di seluruh Indonesia.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Taptu dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia ini bukan upacara seremonial biasa yang setiap tahun kita lakukan, namun upacara Taptu ini adalah suatu upacara untuk mengenang para pahlawan kita yang telah berjuang 81 tahun yang lalu untuk kita bisa memperoleh kemerdekaan,” ujar Frits.
Frits menegaskan, Papua Selatan merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, berbagai rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di daerah tersebut harus dilaksanakan dengan penuh hikmat sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan.
“Provinsi Papua Selatan ini adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Apapun yang terjadi, kita akan tetap dengan hal-hal yang positif yang luar biasa dari kegiatan,” katanya.
Cahaya obor kemudian mengiringi perjalanan peserta menyusuri rute yang telah ditentukan menuju Makodim 1707/Merauke. Ribuan peserta mengikuti perjalanan tersebut dengan tertib dan penuh semangat sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Papua Selatan.
Upacara Taptu yang diawali dari Gedung Negara Merauke dan berakhir di Makodim 1707/Merauke itu disaksikan Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo, Ketua DPRP Papua Selatan Heribertus Silibun, Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze serta unsur Muspida dan Forkopimda Papua Selatan.
Kegiatan tersebut diikuti peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, personel TNI dan Polri serta berbagai unsur lainnya. Sebelum pemberangkatan pasukan menuju Makodim 1707/Merauke, dilakukan penyalaan obor oleh Inspektur Upacara.(McMrk/Get/Ngr)