Dari Beskap hingga APBN, Menkeu Purbaya Ungkap Makna Perayaan HUT ke-81 RI
Foto: Ismadi Amrin/InfoPublik
Foto: Ismadi Amrin/InfoPublik
Jakarta, InfoPublik - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tampil berbeda dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Jika dalam beberapa tahun terakhir ia terbiasa mengenakan pakaian adat Betawi, tahun ini Purbaya memilih busana adat Jawa lengkap dengan belangkon, beskap, hingga keris.
Menariknya, pilihan tersebut bukan karena Purbaya berasal dari Jawa. Ia mengaku berasal dari Bogor, namun memilih pakaian adat Jawa karena ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda sekaligus praktis.
“Ini pakaian adat Jawa. Ini belangkon. Ini pakaian beskap, sama kris,” ujar Menkeu Purbaya di kediamannya di Jakarta Selatan, Senin (17/8/2026).
Selama lima tahun terakhir, Menkeu Purbaya mengaku selalu mengenakan pakaian adat Betawi dalam rangkaian peringatan kemerdekaan. Tahun ini, ia memutuskan mencari alternatif yang menurutnya lebih praktis. Persiapannya pun dilakukan sekitar dua minggu sebelum pelaksanaan upacara.
“Saya cari yang lebih praktis, yang beda dari Betawi. Jadi saya pikir cukup praktis,” kata Menkeu.
Di balik kemeriahan peringatan HUT ke-81 RI, Purbaya juga mengungkap sisi lain dari rutinitasnya setiap 17 Agustus. Ia mengaku tidak memiliki tradisi khusus bersama keluarga. Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitasnya lebih banyak diisi dengan mengikuti upacara, kemudian beristirahat karena kelelahan.
“Biasanya selama lima tahun terakhir upacara aja. Abis itu kecapean, siangnya tidur,” ujar Purbaya sambil berseloroh.
Sesekali, ia juga menyempatkan diri melihat berbagai perlombaan yang digelar masyarakat untuk memeriahkan hari kemerdekaan.
Tahun ini, kesibukan Purbaya pada momentum kemerdekaan bertambah. Selain menghadiri rangkaian peringatan di tingkat nasional, ia dijadwalkan memimpin upacara di lingkungan Kementerian Keuangan sebelum kemudian melanjutkan agenda ke Istana Merdeka bersama Presiden Prabowo.
Ditanya mengenai hal yang paling membuatnya gugup, Purbaya justru menyebut memimpin upacara di Kementerian Keuangan. Bagi dia, menjadi inspektur upacara memiliki tantangan tersendiri karena setiap kesalahan akan langsung terlihat oleh peserta.
“Saya pikir paling deg-degan ya memimpin upacara di Departemen Keuangan. Karena kalau salah kelihatan salahnya,” tuturnya.
Menurut Purbaya, memimpin rapat APBN justru terasa lebih ringan karena berbagai persoalan dapat dibahas dan didiskusikan bersama banyak pihak. Sementara dalam upacara, ia berdiri sebagai inspektur upacara dan menjadi pusat perhatian.
“Kalau APBN kan bisa diskusi banyak orang. Kalau ini kan di depan sendirian,” katanya.
Memasuki usia 81 tahun kemerdekaan Indonesia, Purbaya berharap momentum tersebut menjadi titik awal bagi perekonomian nasional untuk bergerak lebih cepat. Ia menilai capaian pertumbuhan ekonomi pada semester pertama perlu menjadi pijakan untuk mendorong kinerja ekonomi yang lebih tinggi pada semester berikutnya.
“Ini titik awal kita ke pertumbuhan yang lebih cepat lagi ke depan. Kemarin kan semester pertama 5,45. Kita coba tekan atau dorong ke arah 6 persen di semester kedua ini,” ujar Purbaya.
Ia berharap percepatan pertumbuhan tersebut dapat terus berlanjut sehingga Indonesia mampu bergerak semakin cepat menuju masyarakat yang lebih sejahtera.
Namun, di tengah suasana perayaan kemerdekaan yang penuh kegembiraan, Purbaya juga menyampaikan perhatian kepada masyarakat yang tengah menghadapi bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ia menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa kepada masyarakat yang terdampak. Purbaya berharap tidak terjadi kembali gempa besar maupun bencana ikutan yang dapat memperparah kondisi masyarakat.
“Saya amat prihatin dan turut berduka cita dengan apa yang terjadi di sana. Saya nggak tahu korbannya udah berapa. Tapi doa saya mudah-mudahan nggak terjadi lagi gempa-gempa besar,” katanya.
Purbaya memastikan pemerintah telah menyiapkan dukungan anggaran untuk penanganan bencana. Ia mengatakan pemerintah akan terus memantau perkembangan kondisi di NTT dan siap menambah dukungan apabila diperlukan.
“Kalau perlu tambah, kita tambah. Jadi masyarakat di NTT nggak usah khawatir. Pemerintah sudah menyiapkan dana yang cukup,” tegasnya.
Bagi Purbaya, perayaan kemerdekaan bukan hanya tentang upacara dan kemeriahan. Di tengah agenda yang padat, momentum HUT ke-81 RI juga menjadi pengingat mengenai harapan untuk membawa Indonesia tumbuh lebih cepat sekaligus memastikan negara hadir bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.