Jelang HUT ke-81 RI, 29 Paskibraka Maluku Tenggara Siap Kibarkan Merah Putih
Bupati Maluku Tenggara Kukuhkan 29 Paskibraka 2026. Foto:Rikhard.
Bupati Maluku Tenggara Kukuhkan 29 Paskibraka 2026. Foto:Rikhard.
Langgur, InfoPublik – Sebanyak 29 putra-putri terpilih Kabupaten Maluku Tenggara kini memikul amanah untuk menjaga kehormatan Sang Merah Putih. Mereka resmi dikukuhkan sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026 menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, mengukuhkan 29 anggota Paskibraka tersebut di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Jumat (15/8/2026) malam.
Pengukuhan menjadi penanda kesiapan para anggota Paskibraka untuk menjalankan tugas pada upacara peringatan Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026. Namun, Thaher mengingatkan bahwa amanah mereka tidak berhenti pada tugas mengibarkan bendera.
Menurutnya, setiap anggota Paskibraka membawa kehormatan keluarga, sekolah, daerah, serta masyarakat Maluku Tenggara.
“Malam ini kalian tidak sekadar dikukuhkan sebagai petugas pengibar bendera. Kalian menerima kehormatan sekaligus tanggung jawab besar untuk menjaga martabat Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Thaher.
Ia menyampaikan apresiasi kepada pelatih, pembina, panitia, unsur TNI-Polri, Purna Paskibraka, dan orang tua yang telah mendampingi para peserta selama proses persiapan.
Menurut Thaher, terpilihnya 29 anggota Paskibraka merupakan hasil dari proses panjang. Latihan yang dijalani tidak hanya mengasah kemampuan fisik, tetapi juga membentuk mental, kedisiplinan, karakter, kekompakan, dan tanggung jawab.
Bawa Nama Maluku Tenggara
Thaher meminta seluruh anggota Paskibraka menjalankan tugas pada 17 Agustus dengan keyakinan, kebanggaan, disiplin, dan rasa tanggung jawab.
Setiap langkah yang mereka lakukan di lapangan upacara, menurutnya, akan menjadi representasi Maluku Tenggara.
“Saat kalian melangkah di lapangan upacara, kalian membawa nama sekolah, nama daerah, serta kehormatan seluruh masyarakat Maluku Tenggara. Pertanggungjawabkan kepercayaan itu. Laksanakan tugas dengan senang hati, percaya diri, dan penuh tanggung jawab,” pesannya.
Para anggota Paskibraka juga diminta mempercayai proses latihan yang telah dilalui, mematuhi setiap komando, serta menjaga kekompakan sebagai satu kesatuan pasukan.
Thaher menilai kekompakan dalam barisan bukan hanya menyangkut teknis pengibaran bendera. Nilai tersebut juga menggambarkan pentingnya persatuan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Diminta Jadi Teladan setelah 17 Agustus
Thaher menekankan bahwa nilai-nilai yang diperoleh selama pendidikan dan pelatihan Paskibraka harus tetap melekat setelah tugas pengibaran bendera selesai.
Disiplin, ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan, kerja sama, kebersamaan, dan tanggung jawab diharapkan menjadi bekal bagi para anggota dalam kehidupan sehari-hari.
“Jadilah pemuda-pemudi yang mencintai Indonesia, menghargai perbedaan, menjunjung tinggi persaudaraan, serta berani menolak perpecahan, kekerasan, narkoba, dan segala tindakan yang dapat merusak masa depan,” tegasnya.
Pesan tersebut disampaikan di tengah tantangan yang dihadapi generasi muda seiring pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi. Hoaks, provokasi, ujaran kebencian, dan konten yang memicu perpecahan menjadi sejumlah persoalan yang perlu dihadapi dengan kemampuan berpikir kritis.
“Jadilah generasi yang kritis, santun, berintegritas, dan mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” kata Thaher.
Ia berharap pengalaman selama mengikuti pendidikan dan pelatihan Paskibraka dapat diterapkan dalam kehidupan para peserta, baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
“Pertahankan disiplin, ketepatan waktu, semangat kebersamaan, dan tanggung jawab. Tunjukkan bahwa anggota Paskibraka adalah teladan di sekolah, keluarga, dan masyarakat,” ujarnya.
Dengan bekal tersebut, anggota Paskibraka diharapkan tidak hanya tampil sebagai pasukan dalam momentum kenegaraan, tetapi juga menjadi generasi muda yang mampu memberikan pengaruh positif di lingkungannya.
“Kibarkan Merah Putih dengan penuh kehormatan. Tegakkan kepala. Selamat bertugas. Kalian adalah putra-putri terbaik daerah ini, kebanggaan keluarga dan harapan masa depan bangsa,” pungkas Thaher.
Dalam prosesi pengukuhan, Bambang Hermanto bertugas sebagai perwira upacara. Sementara pemimpin upacara sekaligus perwakilan dalam pemasangan Lencana Merah Putih Garuda, kendit, dan evolet teratai Paskibraka adalah Sepnat Leklioy Tiwery, siswa kelas XI SMK Siwa Lima St. Joseph Langgur.
Sebanyak 29 anggota yang dikukuhkan merupakan siswa dan siswi terpilih dari Kabupaten Maluku Tenggara. Pelaksanaan tugas mereka turut didukung unsur pengamanan dan pendampingan yang terdiri atas tiga personel TNI, satu personel Polri sebagai Komandan Kompi Paskibraka, serta dua personel TNI Angkatan Laut.
(MC Maluku Tenggara/Adolof Labetubun)