KIM Lumajang Ungkap Kunci Branding Desa: Angkat Cerita Autentik dari Masyarakat
Kominfo Lumajang/Anam (Istimewa)
Kominfo Lumajang/Anam (Istimewa)
Lumajang, InfoPublik – Cerita sederhana tentang produk lokal, kegiatan warga, budaya, hingga destinasi dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan sebuah desa kepada publik. Potensi itulah yang didorong untuk digali oleh Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) di Kabupaten Lumajang melalui pengemasan narasi yang autentik, faktual, dan menarik di ruang digital.
Pengalaman tersebut dibagikan Ketua KIM Nusantara Desa Wonorejo, Disse Aria Dewi, dalam sharing session antar-KIM di kawasan Alun-Alun Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (15/8/2026).
Disse membagikan pengalaman KIM Nusantara dalam mengolah berbagai potensi dan aktivitas masyarakat menjadi narasi positif. Menurutnya, informasi mengenai desa tidak harus selalu bertumpu pada capaian besar. Cerita yang dekat dengan keseharian warga juga memiliki nilai apabila dikemas secara tepat.
Pengelolaan narasi tersebut menjadi salah satu cara memperkenalkan potensi sekaligus membangun citra desa melalui media digital. Konten yang dihasilkan KIM dapat menjadi jendela bagi publik untuk mengenal kegiatan, potensi, dan karakter Desa Wonorejo.
Menurut Disse, para "pejuang informasi" di tingkat desa menghadapi tantangan dalam menemukan cerita yang layak diangkat sekaligus memastikan informasi yang disampaikan tetap faktual dan memberikan perspektif positif.
Kreativitas dalam mengemas konten, karena itu, perlu diiringi tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Pengalaman KIM Nusantara tersebut menjadi salah satu materi yang dibagikan kepada pengurus KIM se-Kabupaten Lumajang. Forum itu menjadi ruang bagi setiap komunitas untuk bertukar pengalaman, mulai dari menemukan ide, mengembangkan konten, hingga memanfaatkan media digital untuk mengenalkan potensi wilayah.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lumajang, Joko Sri Mardiyanto, mengatakan potensi lokal memiliki nilai komunikasi yang kuat apabila disampaikan melalui cerita autentik dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
"Potensi yang ada di desa perlu diberi ruang untuk dikenal lebih luas. KIM dapat membantu mengangkat cerita-cerita lokal tersebut menjadi narasi positif yang memperkenalkan karakter dan kekuatan masing-masing wilayah," ujarnya.
Menurut Joko, narasi positif yang tumbuh dari masyarakat dapat memperkaya informasi mengenai daerah. Ketika dikelola secara bertanggung jawab, cerita mengenai potensi lokal tidak hanya menjadi materi untuk media sosial, tetapi juga dapat menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap daerahnya.
Cara tersebut sekaligus membuka peluang bagi beragam potensi desa yang belum banyak diketahui untuk menjangkau publik lebih luas. Produk lokal, kegiatan masyarakat, inovasi, budaya, maupun destinasi dapat diolah menjadi informasi yang menarik tanpa meninggalkan aspek faktual.
Penguatan kemampuan KIM dalam memproduksi konten juga dinilai penting untuk mendukung terciptanya ruang digital yang lebih sehat. Dengan demikian, informasi mengenai desa tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan bagi masyarakat.
Kolaborasi antara KIM, pemerintah desa, Diskominfo, Media Center, dan humas pemerintah daerah diharapkan semakin memperluas ruang bagi potensi lokal untuk dikenal publik.
Melalui cerita yang lahir dari keseharian masyarakat, citra sebuah desa dapat tumbuh secara lebih autentik karena dibangun dari potensi, aktivitas, dan karakter warganya sendiri.
(MC Diskominfo Kab. Lumajang/ KIM Kab. Lumajang/An-m)
© Copyright 2026, All Rights Reserved