Jakarta, InfoPublik - Presiden Prabowo Subianto menyatakan perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, perang, tingginya suku bunga global, serta tekanan terhadap nilai tukar berbagai negara.
Prabowo mengatakan ketegangan geopolitik telah mengganggu perdagangan dunia dan meningkatkan ketidakpastian ekonomi global. Namun, kondisi tersebut dinilai belum menggoyahkan fundamental perekonomian Indonesia.
"Namun di tengah tekanan dan ketidakpastian global tersebut, kita bersyukur perekonomian kita tetap berdiri tegak," kata Prabowo dalam Pidato Presiden Republik Indonesia dalam rangka Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta pada Jumat (14/8/2026).
Ekonomi Indonesia pada semester I-2026 tumbuh sebesar 5,45 persen, dengan kinerja kuartal I mencapai 5,61 persen.
Menurut Prabowo, perekonomian Indonesia pada semester pertama 2026 tumbuh pada level tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Selain itu, inflasi masih terkendali dan permintaan domestik tetap kuat.
Ia menekankan, kinerja tersebut juga tidak terlepas dari optimalnya pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Hingga akhir Juli 2026, pendapatan negara tumbuh tinggi 21,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ini peningkatan yang cukup signifikan," ujar Prabowo.
Pada periode yang sama, belanja negara juga tumbuh kuat sebesar 18,2 persen. Pemerintah, kata Prabowo, mengarahkan belanja negara untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat pelayanan publik, sekaligus menggerakkan roda perekonomian.
Meski belanja negara meningkat, Prabowo memastikan defisit APBN tetap berada dalam kondisi terkendali. Hingga akhir Juli 2026, defisit APBN tercatat hanya 0,91 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap rakyat dapat berjalan beriringan dengan disiplin fiskal.
"Kita tidak memilih antara pertumbuhan dan kehati-hatian. Kita memilih kedua-duanya. Kita tidak memilih antara membantu rakyat dan menjaga APBN, Kita melakukan kedua-duanya," tegasnya.