Langgur, InfoPublik – Efisiensi anggaran tidak menyurutkan kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Maluku Tenggara. Pemerintah daerah (Pemda) menyiapkan beragam perlombaan tradisional dan olahraga dengan melibatkan aparatur sipil negara (ASN), pelajar, karyawan BUMN dan BUMD, pemerintah kecamatan, hingga masyarakat dari 192 ohoi.
Rangkaian perlombaan dijadwalkan berlangsung pada 10–22 Agustus 2026 dengan pusat kegiatan di Lapangan Kantor Bupati Maluku Tenggara dan kawasan Landmark Kota Langgur, Provinsi Maluku.
Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, mengatakan keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi semangat masyarakat dalam merayakan kemerdekaan.
Menurutnya, peringatan HUT ke-81 RI tetap dapat berlangsung meriah dengan mengedepankan kreativitas, kebersamaan, gotong royong, dan partisipasi masyarakat.
“Meski dirayakan secara sederhana, masyarakat diminta tetap kreatif dalam menghidupkan suasana kemerdekaan dan menggelorakan nasionalisme,” kata Thaher di Ohoi Danar, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, Sabtu (8/8/2026).
Thaher menegaskan peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat persatuan, solidaritas sosial, patriotisme, dan kecintaan terhadap Tanah Air.
Karena itu, masyarakat dari 192 ohoi di Maluku Tenggara didorong terlibat dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan untuk memeriahkan HUT ke-81 RI.
“Masyarakat di 192 ohoi harus terlibat bersama-sama. Kembangkan nilai ain ni ain, gotong royong, nasionalisme, patriotisme, cinta Tanah Air, dan kerelaan berkorban demi kepentingan bangsa,” ujarnya.
Beragam perlombaan disiapkan dengan kategori peserta berbeda. Anak-anak keluarga ASN akan mengikuti lomba makan kerupuk, sedangkan pejabat eselon II, III, dan IV mengikuti lomba pancing botol. Lomba balap karung juga disiapkan bagi pejabat eselon II dan III.
Organisasi perangkat daerah (OPD), BUMN, BUMD, dan pemerintah kecamatan akan berkompetisi dalam lomba yel-yel bertema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.
Kelompok peserta tersebut juga akan mengikuti lomba tarik tambang. Sementara itu, lomba panjat pinang dibuka untuk masyarakat umum.
Selain perlombaan tradisional, Pemkab Maluku Tenggara menggelar gerak jalan untuk kategori pelajar SMA dan umum. Pelajar tingkat SD hingga SMA juga akan mengikuti lomba senam “Anak Indonesia Sehat”.
Rangkaian kegiatan itu tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang perjumpaan berbagai kelompok masyarakat dalam suasana perayaan kemerdekaan.
Untuk menandai dimulainya rangkaian perlombaan, Pemkab Maluku Tenggara menggelar jalan santai pada Senin (10/8/2026).
Kemeriahan HUT ke-81 RI juga telah berlangsung di tingkat kecamatan melalui pertandingan bola voli antardesa. Kompetisi yang digelar di 11 kecamatan tersebut telah berlangsung sejak 25 Juli 2026.
Dengan penyelenggaraan kegiatan hingga tingkat kecamatan, perayaan kemerdekaan tidak hanya terpusat di Langgur, tetapi juga menjangkau masyarakat di berbagai ohoi.
Thaher menegaskan kebijakan efisiensi anggaran tidak identik dengan mengurangi semangat memperingati kemerdekaan. Kondisi tersebut justru dinilai dapat mendorong pemerintah dan masyarakat menghadirkan kegiatan yang sederhana, kreatif, dan tetap bermakna.
“Efisiensi bukan berarti mematikan inovasi dan nasionalisme,” tegasnya.
Menurut Thaher, semangat kemerdekaan perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kepedulian terhadap sesama, gotong royong, persatuan, serta kesediaan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Dalam kehidupan masyarakat Maluku Tenggara, nilai ain ni ain menjadi salah satu modal sosial untuk menjaga semangat persaudaraan dan kebersamaan tersebut.
“Semangat itu diwariskan para pendiri bangsa dan harus terus hidup di tengah masyarakat,” kata Thaher.
Pemkab Maluku Tenggara berharap rangkaian peringatan HUT ke-81 RI tidak berhenti pada kemeriahan perlombaan, tetapi turut menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas, persatuan, dan nasionalisme.
Melalui keterlibatan masyarakat dari tingkat kabupaten hingga 192 ohoi, peringatan kemerdekaan diharapkan menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong dan ain ni ain sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Maluku Tenggara.
(MC.Maluku Tenggara/Adolof Labetubun)