Banda Aceh, InfoPublik – Sebanyak 28 Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Aceh menjalani Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) selama 20 hari sebagai persiapan menghadapi Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pembinaan tersebut tidak hanya bertujuan menyiapkan petugas pengibar bendera, melainkan juga membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh, Munawar, melalui Kepala Bidang Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Kesbangpol Aceh, Surya Edy Rachman, mengatakan 28 calon Paskibraka tersebut merupakan hasil seleksi terhadap 46 pelajar SMA/sederajat terbaik dari seluruh kabupaten/kota di Aceh.
"Dari hasil seleksi tersebut ditetapkan sebanyak 28 orang sebagai Calon Paskibraka Provinsi Aceh, terdiri atas 16 putra dan 12 putri," kata Surya, Kamis (6/8/2026).
Ia menjelaskan, para peserta mengikuti Pusdiklat mulai 29 Juli hingga 18 Agustus 2026. Selama mengikuti pelatihan, mereka dikarantina di Portola Arabia Hotel, Peunayong, Banda Aceh, sedangkan latihan dilaksanakan di sejumlah lokasi, antara lain Blang Padang, Kantor Gubernur Aceh, dan lokasi latihan lainnya.
Menurut Surya, Pusdiklat dirancang untuk membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat, jiwa kepemimpinan, nasionalisme, integritas, serta pemahaman yang baik terhadap ideologi Pancasila.
"Mereka tidak hanya dipersiapkan untuk mengibarkan bendera, tetapi juga dipersiapkan menjadi generasi penerus bangsa dan daerah di masa depan. Indonesia akan menghadapi bonus demografi pada 2030 sebelum menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, mereka harus dipersiapkan sejak sekarang agar mampu menjadi estafet kepemimpinan," ujarnya.
Dalam proses pembinaan, peserta mendapatkan berbagai materi yang melibatkan unsur TNI, Polri, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), dan Badan Kesbangpol Aceh. Materi yang diberikan meliputi latihan baris-berbaris, pembinaan fisik, wawasan kebangsaan, kesehatan, pembentukan karakter, penguatan ideologi Pancasila, hingga kepemimpinan.
Selain membangun kemampuan teknis, pembinaan juga diarahkan untuk membentuk karakter peserta agar memiliki pola pikir optimistis dan menjauhi berbagai perilaku negatif.
"Harapannya mereka terus berpikir optimistis dan menghindari hal-hal negatif, seperti narkoba, LGBT, dan ekstremisme. Intinya, pembinaan ini difokuskan agar mereka semakin memahami wawasan kebangsaan dalam konteks kekinian. Penguatan ideologi Pancasila menjadi salah satu materi utama dalam pendidikan dan pelatihan," katanya.
Sementara itu, Surya menyampaikan penentuan petugas pembawa baki maupun posisi lainnya pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI masih dalam proses karena para peserta baru memasuki pekan pertama Pusdiklat.
"Penentuan pembawa baki dan posisi lainnya belum final karena masih dalam proses Pusdiklat. Insya Allah, pada saat pengukuhan tanggal 16 Agustus nanti seluruh susunan petugas sudah ditetapkan," pungkasnya.