Tambolaka, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Nusa Tenggara Timur memanfaatkan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia untuk mengangkat Tenun Ikat Kodi dan Tari Wolek Kodi sebagai ikon budaya yang diharapkan mampu memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong ekonomi kreatif dan pariwisata.
Upaya tersebut ditandai dengan pembukaan Festival Tenun Ikat Kodi dan Pentas Seni Budaya Tradisional oleh Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wula, di Desa Mali Iha, Kecamatan Kodi, Selasa (4/8/2026). Festival yang melibatkan penenun, seniman tradisional, dan pelaku UMKM itu mengusung tema "Merajut Warisan Leluhur, Bangkitkan Ekonomi, Majukan Sumba Barat Daya."
Festival menjadi momentum penting karena menghadirkan peluncuran resmi Tari Wolek Kodi, yang diharapkan semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan pameran Tenun Ikat Kodi, pentas seni budaya tradisional, serta promosi produk UMKM lokal.
Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya menegaskan bahwa Tenun Ikat Kodi dan Tari Wolek Kodi bukan sekadar karya budaya, tetapi juga warisan leluhur yang mengandung nilai sejarah, filosofi kehidupan, semangat kebersamaan, dan identitas masyarakat Kodi.
Karena itu, pelestarian budaya dinilai harus berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui festival ini, pemerintah ingin menjadikan budaya sebagai kekuatan ekonomi baru yang mampu membuka peluang bagi perajin tenun, seniman, dan pelaku usaha lokal.
Festival tersebut merupakan kolaborasi Sanggar Tari Wanno Tura, Pemerintah Kecamatan Kodi, dan Pemerintah Desa Mali Iha dengan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya.
Komitmen itu sejalan dengan visi pembangunan daerah untuk mewujudkan Kabupaten Sumba Barat Daya yang berkarakter, sehat, cerdas, berketahanan pangan, dan berbudaya menuju Indonesia Emas 2045.
Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk terus mencintai budaya lokal dengan mempelajari seni tradisional, menggunakan tenun daerah, serta menjaga warisan leluhur agar tetap lestari dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.