Atambua, InfoPublik - Sebanyak delapan tim kelurahan di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste (RI-RDTL) beradu ketangkasan dalam turnamen bola kasti yang dipusatkan di Lapangan Umum Simpang Lima, Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Olahraga rekreasi yang kaya nilai kebersamaan ini menjadi wadah hiburan rakyat sekaligus sarana mempererat silaturahmi antarwarga kelurahan di Kabupaten Belu dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Belu, Nikolaus U. K. Birri, mengingatkan seluruh peserta untuk senantiasa mengedepankan nilai persaudaraan dan rasa saling menghormati di sepanjang kompetisi.
"Junjung tinggi sportivitas. Siapapun yang menang, itu adalah buah dari kerja keras dan pilihan terbaik dari mereka yang bermain di lapangan," ujar Nikolaus U. K. Birri di hadapan para atlet, Senin (3/8/2026).
Berdasarkan data panitia penyelenggara, turnamen ini diikuti oleh delapan tim kelurahan setelah Kelurahan Lidak dan Kelurahan Rinbesi dipastikan absen dari alokasi awal 10 tim.
Atmosfer kompetisi langsung terasa sengit sejak hari pertama. Partai perdana mempertemukan tim Kelurahan Manuaman bertanding melawan Kelurahan Fatubenao, dilanjutkan laga kedua yang mempertemukan Kelurahan Beirafu menghadapi Kelurahan Tenukiik.
Melalui perayaan kemerdekaan berbasis olahraga tradisional ini, Pemerintah Kabupaten Belu berharap kegiatan tidak sekadar menjadi ajang perlombaan mencari pemenang, melainkan mampu menjadi hiburan masyarakat yang sehat serta memperkokoh persatuan warga di wilayah perbatasan negara.