Berawal dari Hafalan Al-Qur'an, Syarifatul Kini Tinggal Selangkah Raih Gelar Sarjana
Kominfo Lumajang/Andika
Kominfo Lumajang/Andika
Lumajang, InfoPublik – Keterbatasan ekonomi tidak menghalangi langkah Syarifatul Ummah Firdausi mewujudkan cita-citanya. Putri seorang petani asal Desa Selokbesuki, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, itu kini tinggal selangkah lagi menyandang gelar sarjana setelah menempuh pendidikan melalui Program Beasiswa Pemerintah Kabupaten Lumajang jalur prestasi tahfiz Al-Qur'an.
Sejak kecil, Syarifatul akrab dengan kehidupan keluarga petani yang menggantungkan penghasilan dari sawah. Kondisi ekonomi keluarga membuat impian melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sempat terasa sulit diwujudkan. Namun, ketekunan belajar dan kecintaannya terhadap Al-Qur'an membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.
Pada 2022, Syarifatul berhasil memperoleh beasiswa dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang melalui jalur prestasi tahfiz Al-Qur'an. Kesempatan itu mengantarkannya menempuh pendidikan di Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jember.
Program beasiswa tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda berprestasi. Melalui berbagai jalur, termasuk prestasi tahfiz Al-Qur'an, pemerintah daerah berupaya memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak Lumajang melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
Selain memberikan bantuan biaya pendidikan, pemerintah daerah juga membekali para penerima beasiswa dengan berbagai pengembangan kapasitas sebagai persiapan memasuki dunia kerja maupun dunia usaha setelah lulus. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul, kompeten, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Bagi Syarifatul, beasiswa yang diterimanya bukan sekadar bantuan finansial, tetapi juga menjadi penyemangat untuk terus berprestasi.
"Alhamdulillah, beasiswa ini sangat membantu. UKT saya terpenuhi, begitu juga kebutuhan hidup selama kuliah. Orang tua tidak perlu lagi memikirkan biaya setiap semester, sehingga saya bisa lebih fokus belajar," ungkapnya.
Kini, mahasiswa semester akhir tersebut tengah menyelesaikan skripsi. Gelar sarjana yang dahulu terasa begitu jauh kini tinggal menunggu waktu.
Perjalanan akademiknya berawal dari lingkungan pondok pesantren tempat ia mendalami sekaligus menghafal Al-Qur'an. Kemampuan itu kemudian menjadi modal mengikuti seleksi beasiswa jalur tahfiz hingga diterima di perguruan tinggi negeri.
Syarifatul meyakini setiap pencapaiannya tidak terlepas dari doa orang tua, kerja keras, dan kesempatan yang diberikan melalui program beasiswa daerah. Karena itu, ia berharap semakin banyak anak-anak Lumajang yang berani mengejar cita-cita meski berasal dari keluarga sederhana.
"Semoga adik-adik yang berprestasi juga mendapat kesempatan seperti saya. Jangan pernah menyerah karena keterbatasan ekonomi. Terus belajar dan berusaha karena kesempatan itu selalu ada," tutur Syarifatul pada Sabtu (1/8/2026).
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa program beasiswa merupakan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
"Kesempatan memperoleh beasiswa terbuka bagi siapa saja yang memiliki kemauan belajar, berprestasi, dan tidak mudah menyerah. Semangat itulah yang akan membawa mereka meraih masa depan yang lebih baik," katanya.
Menurutnya, bantuan pendidikan tidak hanya ditujukan agar mahasiswa mampu menyelesaikan studi, tetapi juga dipersiapkan menghadapi dunia kerja sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Lumajang.
Sejalan dengan itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperkuat pembinaan bagi para penerima beasiswa melalui berbagai program pengembangan kapasitas. Harapannya, para lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kemampuan adaptasi, dan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja maupun dunia usaha.
Kisah Syarifatul menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih pendidikan tinggi. Dukungan keluarga, kerja keras, serta hadirnya pemerintah melalui program beasiswa telah membuka jalan bagi lahirnya generasi muda yang siap membangun masa depan, sekaligus menjadi inspirasi bagi anak-anak Lumajang untuk terus bermimpi dan tidak pernah menyerah.
(MC Diskominfo Kab. Lumajang/Ard/An-m)