Jakarta, InfoPublik - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Puan Maharani menegaskan, kemandirian nasional tidak hanya bergantung pada infrastruktur dan modal, tetapi terutama pada kualitas manusia yang menggerakkannya. Pendidikan, penguasaan teknologi, dan pembangunan karakter bangsa menjadi fondasi utama untuk mewujudkan bangsa yang mandiri dan berdaya saing.
Puan juga menyampaikan bahwa strategi kemandirian bangsa tidak dapat dipisahkan dari investasi pada pendidikan. Ia menekankan pentingnya penguasaan teknologi modern dan penguatan karakter sebagai bagian integral dari pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.
“Setengah dari potensi bangsa adalah perempuan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 menunjukkan 49 persen penduduk Indonesia adalah perempuan,” ujar Puan, dalam sidang tahunan MPR, Sidang bersama DPR dan DPD RI, Jumat (15/8/2025).
Menurutnya, dalam era pembangunan inklusif, keberadaan dan kontribusi perempuan harus dilihat bukan hanya dari perspektif hak asasi manusia, tetapi juga sebagai prasyarat keberhasilan pembangunan nasional.
Ia menegaskan, hakikat pembangunan adalah membebaskan manusia dari belenggu ketidakadilan, kemiskinan, dan ketertinggalan. Karena itu, laki-laki dan perempuan harus memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan, mengembangkan kemampuan, dan meraih kesejahteraan.
“Pembangunan pendidikan yang setara bagi semua adalah jalan menuju bangsa yang mandiri dan berkeadilan,” tutup Puan.