Pinrang, InfoPublik -  Kesetaraan gender menjadi salah satu hal penting dalam pembangunan. Tidak bisa dipungkiri, peran perempuan dalam pembangunan menjadi salah satu kekuatan bangsa Indonesia maju dan bersaing dengan negara lain di dunia.

Hal ini menjadi dasar dan tekad salah seorang tokoh perempuan Kabupaten Pinrang mengisi pembangunan hingga dikenal sebagai salah satu pelopor pengembangan pelayanan perizinan terpadu satu pintu, di wilayah tersebut.

Andi Nurhayati Tamma, Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) sukses membuat Pinrang Sulawesi Selatan menjadi salah satu kabupaten percontohan dalam hal pelayanan perizinan. Bergabungnya urusan penanaman modal tidak serta merta membuat Nurhayati merasa kesulitan, bahkan urusan penanaman modal dijadikan kekuatan untuk mensejajarkan Pinrang dengan daerah lain yang mengelola dan mempromosikan investasi di Kabuopaten penghasil beras ini.

Ditemui di ruang kerjanya, Kamis (7/6/2018) Nurhayati membagi cerita suksesnya selama 33 tahun mengabdi sebagai birokrat di Bumi Lasinrang.

Nurhayati mengungkapkan, dimulai dari pembentukan salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan nomenklatur Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KP2T) pada tahun 2010, dirinya memulai untuk mengembangkan proses perizinan di Kabupaten Pinrang.

Proses perizinan yang dirasakan masyarakat pada waktu itu memang terbilang rumit, dengan banyaknya syarat yang diajukan berbanding lurus dengan proses yang panjang dan berbelit - belit.

Semangat kerja yang tinggi, Nurhayati memimpin bawahannya untuk menciptakan inovasi untuk mempermudah pengurusan izin serta memotong beberapa proses yang dianggap hanya mempersulit masyarakat.

Sejak saat itu, urusan perizinan di Kabupaten Pinrang mulai menarik perhatian karena sudah menerapkan beberapa inovasi yang membuat masyarakat merasa mudah dan tertolong dalam pengurusan perizinan. Beberapa tahun kemudian, karena dirasa sukses membawa KP2T menjadi salah satu OPD yang membawa banyak penghargaan di Kabupaten Pinrang, urusan penanaman modal mulai dimasukkan di OPD yang dipimpin Nurhayati.

Masuknya urusan penanaman modal tidak serta merta membuat akselerasi Nurhayati stagnan, dirinya kemudian kembali menantang bawahannya untuk menciptakan inovasi untuk urusan yang berkaitan dengan Perizinan serta Penanaman Modal.

Hingga akhirnya, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) memasukkan pelayanan Paket Kebijakan Investasi (PAKSI) dalam top 25 inovasi dalam hal pelayanan publik. "PAKSI ini merupakan paket yang kami tawarkan kepada investor dengan mempermudah proses perizinan sehingga mereka tertarik berinvestasi di Kabupaten Pinrang," ungkap Nurhayati.

Kemudahan yang diberikan oleh KP2T yang kini berubah nomenklatur menjadi Dinas Penanaman Modal dan Pelayan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) ternyata menarik perhatian investor asal negeri Tirai Bambu untuk berinvestasi di Kabupaten Pinrang.

Adalah PT Biota Laut Ganggang (BLG) yang tahun ini telah beroperasi dengan membangun pabrik pengolahan rumput laut terbesar di Asia Tenggara.

Kesuksesan Nurhayati dalam menyandingkan urusan perizinan dan penanaman modal tidak berhenti disini, kini diakhir masa baktinya, dirinya kembali akan memberikan kado terindah kepada Kabupaten Pinrang dengan memasukkan Pinrang sebagai nominasi 5 besar kabupaten terbaik untuk Penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu Bidang Penanaman Modal.

"Diakhir masa bakti, saya berharap mampu memberikan kado terindah bagi Kabupaten Pinrang dengan meraih penghargaan sebagai terbaik pertama kabupaten untuk Penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu Bidang Penanaman Modal," tutupnya. (MC. Pinrang)