Gorontalo, InfoPublik – Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim membuka rapat koordinasi dan pelatihan potensi Search And Rescue (SAR), yang digelar oleh Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Gorontalo, di ballroom hotel Damhil Kota Gorontalo, Senin (16/4).

“Rakor dan pelatihan potensi SAR ini sangat penting mengingat daerah kita ini rawan bencana. Sehingga itu diperlukan koordinasi, harmonisasi, dan sinergitas agar penanganan bencana lebih cepat dan tepat,” kata Wagub Idris Rahim dalam sambutannya. 

Idris mengemukakan, kunci keberhasilan operasi SAR terletak pada hubungan yang baik dan harmonis antara Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, masyarakat maupun organisasi potensi SAR. 

Menurutnya, operasi SAR akan berhasil jika didukung oleh perencanaan yang cermat dan komprehensif dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2017 tentang pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan yang merupakan aturan turunan dari Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang pencarian dan pertolongan. 

Wagub juga berpesan kepada peserta rakor dan pelatihan potensi SAR untuk terus mengasah kemampuan dan keterampilan, sehingga potensi SAR yang akan terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan semakin handal dan profesional. 

“Tidak ada seorangpun yang mengharapkan kecelakaan dan bencana. Tetapi, kita harus siaga dan siap mengantisipasinya jika musibah itu terjadi,” ujar Wagub. 

Sebelumnya Kepala Basarnas Gorontalo, Muslimin, dalam laporannya menyampaikan rakor dan pelatihan potensi SAR bertujuan meningkatkan profesionalitas dan sinergitas dalam mewujudkan penyelenggaraan pencarian dan pertolongan secara cepat, aman, terpadu, dan terkoordinasi.

Rakor dan pelatihan potensi SAR diikuti oleh 80 peserta utusan dari instansi pemerintah daerah, TNI, Polri, dan organisasi potensi SAR di Provinsi Gorontalo. Untuk kegiatan pelatihan potensi SAR akan berlangsung selama empat hari, 16-19 April 2018, berlokasi di Pantai Botutonuo Kabupaten Bone Bolango. (mcprovGorontalo/Humas/Haris/toeb)