Bone Bolango, InfoPublik - Pantai Desa Bintalahe Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo, kini menawarkan berbagai fasilitas olahraga air bagi para wisatawan.

Bagi para wisatawan, Water Sport Bintalahe bisa dijadikan tempat yang tepat untuk menyalurkan hobi olahraga air. Karena dengan berolahraga air di tempat ini, selain menyenangkan juga bisa menyehatkan dan menyegarkan fikiran.

Oleh karena itu, jika ingin berencana berwisata, cobalah menikmati hal-hal baru dengan menfaatkan fasilitas olahraga air yang menantang dan bisa memicu adrenalin di Water Sport Bintalahe. Dibutuhkan waktu sekitar 30-45 menit dari pusat Kota Gorontalo untuk menjangkau obyek wisata yang satu ini.

Seperti yang dikatakan,  Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Water Sport Bintalahe, Rudolof Katili, ketika diwawancarai, Minggu (7/1). Menurutnya, saat ini ada beberapa ragam wahana air maupun water sport yang bisa dilakukan dan dinikmati di pantai Bintalahe, diantaranya banana boat, donut boat, perahu kaca, jetski, dan fliyng fish.

Rudolof Katili mengatakan meski banana boat dan donut boat merupakan wahana baru olahraga air di pantai Bintalahe, tapi ini sudah banyak diminati para wisatawan, terutama remaja dan dewasa.

Menaiki perahu karet yang berbentuk pisang raksasa dan donut raksasa ini memang memberikan keseruan tersendiri. Apalagi saat speed boat yang di depan menarik banana boat maupun donut boat yang ditumpangi. ”Pasti itu menjadi pengalaman baru dan seru,” katanya.

Wahana banana boat dan donut boat bisa ditumpangi beberapa orang sekaligus. Jika para wisatawan kebetulan membawa serta sahabat ataupun keluarga besar, maka tidak ada salahnya mencoba water sport yang satu ini.

Biasanya para wisatawan diberi waktu 10-15 menit untuk menikmati permainan ini. “Untuk kecepatan tarikan speed boat-nya, sesuai pesanan seberapa cepat para pengunjung ingin merasakan ditarik dari banana boat maupun donut boat,”tukasnya.

Demikian juga untuk jetski, fasilitas olahraga air ini juga baru, tapi sudah mulai banyak diminati wisatawan terutama remaja dan dewasa. Keseruan saat memacu laju kecepatan jetski diatas permukaan laut pantai Bintalahe bahkan hingga ke pantai Desa Molutabu memang mengasyikkan.”Permainan ini biasanya didominasi oleh kaum pria. Namun, wanita pun boleh-boleh saja mencoba water sport ini jika mau,” ujarnya.

Kemudian juga dengan fliyng fish merupakan permainan super ekstrim juga. Para pengunjung yang ingin mencoba wahana olahraga air ini, akan naik perahu karet yang berbentuk ikan, kemudian speed boat akan menarik perahu ikan tersebut sampai terbang. Sudah dipastikan pengunjung dan perahu ikan ini akan terbang karena speed boat yang menarik perahu ikannya berkecepatan tinggi.”Permainan ini hanya muat untuk dua orang saja,” katanya.

Yang pasti, semua water sport di Pantai Bintalahe ini aman untuk dilakukan. Namun, tentunya kita juga harus selalu mematuhi tata tertib dan aturan bermain seperti selalu memakai life jacket atau pelampung agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Untuk dapat menikmati berbagai kegiatan water sport, ungkap Rudolof Katili, karena wahana ini baru, maka dibutuhkan regulasi untuk pemungutan retribusinya dari pemerintah daerah. Nah, sambil menunggu regulasi retribusi dari pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparek) Kabupaten Bone Bolango, maka pihaknya dari Pokdarwis Bintalahe untuk sementara menetapkan tarif banana boat Rp25 ribu perorang, donut boat Rp35 ribu perorang, fliyng fish Rp50 ribu perorang, perahu kaca Rp15 perorang, dan jetski Rp150 ribu.

“Penetapan tarif kegiatan water sport untuk sementara ini, tentunya sudah sepengetahuan dan dikoordinasikan serta dibicarakan langsung dengan Disparek Bone Bolango,”ungkapnya.

Rudolof Katili menjelaskan, untuk bermain semua jenis water sport ini, para pengunjung harus memastikan dulu kondisi badan sedang sehat dan fit. Meskipun permainannya ada yang berlevel ekstrim dan sangat ekstrim, namun tetap saja badan yang fit sangat diutamakan.”Jangan sampai kita bersenang-senang saat bermain namun sakit pada akhirnya,” ulasnya.

Disisi lain, Rudolof Katili mengungkapkan meskipun water sport bersifat aman namun biasanya permainan-permainannya hanya ditujukan untuk remaja dan dewasa. Untuk anak-anak, water sport ekstrim tidak dianjurkan.

Diakhir penyampaiannya Rudolof berharap kedepan kepada pemerintah daerah, kiranya bisa menyediakan tempat pembuangan sampah di obyek wisata tersebut. Selain itu, tentu menyediakan fasilitas kamar mandi/ganti, sekretariat panitia Pokdarwis, dan tentunya tambatan perahu para nelayan di wilayah tersebut, sehingga tidak mengganggu pemandangan pantai Bintalahe.

Sementara itu, Agus salah satu pengunjung dari Kecamatan Kabila, ketika diminta tanggapannya terhadap fasilitas baru water sport di Pantai Bintalahe, mengatakan luar biasa. Fasilitas olahraga airnya sangat menantang dan menguji adrenalin.

“Dengan mencoba wahana maupun kegiatan ekstrim water sport di pantai Bintalahe sangat menantang dan bisa meningkatkan adrenalin kita sehingga akan lebih bersemangat,” pungkasnya. (MC Bone Bolango/Hms/Kadir)