Surabaya, InfoPublik - Menjelang libur akhir tahun yang tinggal menyisakan beberapa hari lagi, Sepikul Via Ferrata (Sparta) atau panjat tebing di Kabupaten Trenggalek layak menjadi alternatif liburan keluarga.

Jangan dibayangkan wisata pemacu adrenalin penuh rintangan dan sangat sulit ditaklukan, karena pengelola tidak hanya mengkhususkan bagi para pemanjat profesional saja, tetapi juga bisa dilakukan semua kalangan, termasuk yang belum pernah melakukan panjat tebing sekalipun.

Setiap pengunjung yang hendak menikmati sensasi wisata yang terletak di Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo,  tidak perlu khawatir tentang keselamatan karena dilengkapi dengan sabuk keselamatan juga helm. Selain itu di sepanjang jalur dilengkapi tangga dan sling pengaman.

Salah satu pengelola Sparta Trenggalek, Jonathan, Jum’at (29/12), mengatakan jalur panjat via ferrata ini dibagi menjadi tiga bagian, sehingga pemanjat bisa menyesuaikan ketinggian pemanjatan dengan kemampuan dan daya tahan tubuh.

“Totalnya ada 375 meter, tapi pengunjung tidak harus sampai puncak, bisa menyesuaikan. Petugas kami juga akan mendampingi,” tuturnya.

Untuk diketahui, wisata ekstrem ini yang kedua di Indonesia, setelah Gunung Parang Purwakarta, Jawa Barat.  Salah seorang pengunjung, Moch Ridwan, mengaku cukup terkesan dengan wisata milik Perhutani tersebut.

“Saya baru kali pertama memanjat tebing, naiknya masih biasa nyali masih kuat, justru tantangan paling seru di persimpangan dengan jalur menyamping,kita tidak bisa pegangan sama anak tangga, tapi pada batuan, itu menurut saya yang paling seru” ungkapnya.

Selain menguji adrenalin, saat di atas, pengunjung bisa menikmati pemandangannya Trenggalek di bagian timur. Untuk mencapai Sparta mengunjung cukup mengikuti petunjuk menuju yang mengarah ke Gua Lawa, Banyu Nget, Ekowisata Mangrove, Pantai Prigi dan Pantai Pasir Putih.

Wakil Administratur Perhutani Kediri Selatan Andy Iswindarto mengaku, Perhutani sengaja menghadirkan wisata ekstrem ini sebagai wadah buat wisatawan yang ingin mencoba melakukan panjat tebing namun belum memiliki keahlian khusus.

“Perhutani bekerjasama dengan pihak ketiga yang profesional dan memiliki keahlian khusus di bidang panjat tebing. Selain itu kami juga melibatkan masyarakat sekitar dalam pengelolaan wisata ini,” imbuhnya. (MC Diskominfo Prov Jatim/non-hjr/toeb)