Jakarta, InfoPublik – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama Kementerian Perhubungan menggelar seminar Peningkatan Kecepatan Kereta Api Koridor Jakarta-Surabaya di Komplek Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, Kamis (7/12).

Kepala BPPT, Unggul Priyanto mengatakan, Kereta Api semi cepat Jakarta-Surabaya ini kedepannya diharap mampu menjadi moda transportasi pilihan masyarakat. “Dengan kajian ini, diharapkan mampu menjadi solusi agar kereta api Jakarta-Surabaya ini mampu mengurangi beban transportasi darat dan udara,” paparnya.

Disebutkan, untuk menjadi negara maju, selain infrastruktur, Indonesia harus membangun sektor perindustrian. Dalam hal ini, sebutnya, terkait peningkatan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), seperti amanat Presiden Joko Widodo.

“Infrastruktur dan perindustrian adalah sakaguru pembangunan nasional Indonesia. Kami dari BPPT siap mendukung terhadap pembangunan infrastruktur yang dilakukan Kementerian Perhubungan saat ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, bahwa pembangunan infrastruktur kedepan harus mampu menciptakan konektivitas yang baik, apalagi terkait transportasi barang antara pulau di Indonesia.

“Pembangunan infrastruktur saat ini, semoga dapat merancang arus barang dari Sabang sampai Merauke, sehingga tercipta harga barang yang sama, baik di Pulau Jawa dan di tempat lainnya,” rincinya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menyebut, bahwa acara hari ini merupakan upaya untuk mencari opsi terbaik yang akan dibawa menjadi usulan pada Sidang Kabinet. “Hari ini kita ingin membagi pilihan teknologi dan cara yang paling cerdas terkait Kereta Api Koridor Jakarta-Surabaya ini. Hasil diskusi ini akan dibawa ke sidang kabinet untuk diputuskan,” jelas Budi Karya.

Dirinya juga meminta agar kereta api Jakarta-Surabaya ini, dapat ditempuh dalam waktu 5 jam 30 menit saja, atau bahkan lebih cepat lagi. “Jakarta-Surabaya selama ini dilayani Argo Bromo 9 jam. Kita ingin sekali menjadi 5.30 jam. Ini suatu pemikiran dan keharusan bagi tim kajian, untuk mewujudkan itu. Ini juga visi dan misi bapak Presiden untuk meningkatkan daya saing nasional,” paparnya.

Ia menambahkan, selain pembangunan infrastruktur, penting untuk memperhatikan aspek sosial, serta dukungan dan kesiapan teknologi dalam negeri. “Terima kasih kepada BPPT sudah menjadi lab untuk belajar, bagaimana suatu cara untuk meningkatkan daya saing Indonesia meningkat melalui teknologi. Diharapkan juga, bahwa Kereta Api Jakarta-Surabaya ini dapat menjadi satu legacy bangsa yang tangguh,” ungkapnya.

Sebagai informasi, seminar ini adalah bagian dari pra studi kelayakan yang mendukung proyek strategis nasional, sesuai Peraturan Presiden RI No. 58 Tahun 2017 terkait pembangunan prasarana dan sarana kereta api antar kota Jakarta sampai Surabaya.

BPPT sebagai mitra Kementerian Perhubungan telah bekerja sesuai tupoksi-nya sebagai lembaga pengkajian bidang teknologi yang akan diterapkan khususnya dalam Pra-FS Peningkatan Kecepatan Kereta Api Koridor Jakarta-Surabaya mencakup antara lain kajian perencanaan transportasi, struktur jalan kerea api, Transit Oriented Development (TOD), elektrifikasi, persinyalan telekomunikasi, depot kereta api, lingkungan & sosial, analisa kelayakan & rencana implementasi proyek, survei foto udara tergeoreferensi LIDAR, survei geolistrik, survei kepemilikan lahan dan potensi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).