Jakarta,InfoPublik - Kabupaten Serdang Bedagai Propinsi Sumatera Utara mendapat bantuan peremajaan kebun kelapa sawit untuk perkebunan rakyat dari Kementerian Pertanian (Kementan) seluas 9000 hektar (ha). Untuk anggaran tahun 2017 baru terealisasi seluas 1200 hektar.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, bahwa pemerintah sesuai arahan presiden, tahun 2017 ini memprioritaskan tanaman perkebunan, bukan hanya sawit, tanaman rempah dan hortikultura akan kita genjot.

“Beras, Jagung, Cabai dan Bawan Merah sudah kita selesaikan dalam 3 tahun ini, dulu banyak yang meragukan namun semua keraguan itu dapat kita jawab dengan bukti kerja-kerja, sekarang kita sudah tidak impor bahkan kita sudah ekspor bawang merah ke beberapa negara,” kata Mentan Amran saat melakukakan rechek lokasi, persiapan  Lounching Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat di Desa Kota Tengah, Kec. Dolok Masihul, Sumatera Utara, Minggu (26/11).

Dikatakan, saat ini semua kita persiapkan, peringkat ketersediaan pangan indonesia saat ini naik menjadi peringkat 7 sebelumnya peringkat 9, kita yakin bila semua bersinergi dalam 2 tahun kedepan indonesia ada di peringkat 5.

Mentan memaparkan bagaimana kiat untuk dapat melepaskan ketergantungan dari impor beras, dulu selalu ditargetkan hanya 500 ribu hektar pertanaman padi, kita rubah dengan meningkatkan pertanaman minimal 1 juta hektar setiap bulannya dari juni hingga september, itu membuat tidak ada lagi gonjang-ganjing harga, berkaitan dengan replanting sawit, mentan meminta agar petani sawit sungguh-sungguh bekerja di kebun, ini benih dengan potensi produktivitas 35 ton, tandan buah segar (TBS) berarti bisa menghasilkan 9 ton CPO,

“Mari kita rawat tanaman ini agar dapat berproduksi dengan baik, jangan semua diserahkan sama Tuhan, terus kita hanya menunggu hasilnya, hal seperti itu masih banyak terjadi ditengah masyarakat tani, kita harus kerja-kerja agar dapat merubah tatanan ekonomi keluarga,” pungkasnya.

Mentan menambahkan, benih Sawit yang akan ditanam pada lahan replanting di Sumut, Varietas Unggul Tenera DXP, Produksi Socfindo dan PPKS Medan.

Direktur riset benih PT Sucfindo Indra Syahputra,  menambahkan, bahwa indonesia harus bersyukur karena memiliki kekayaan sumber genetika sawit terbesar di dunia. Besok itu yang akan ditanam 300 pohon dari Sucfindo dan tahan  Virus "Ganoderma" jenis penyakit berupa jamur pada akar sering ditemui pada sawit generasi pertama bahkan akan lebih para pada generasi ke 2 dan 3.

“Pada generasi pertama dapat mengakibatkan losess produksi antara 20 hingga 30 persen dan akan lebih parah lagi pada generasi berikutnya, Sucfindo sudah dapat mengatasi dan dijamin tahan ganoderma,” pungkasnya.