Sumenep, Infopublik -  Dewan Perwakilan Wilayah Masyarakat Adat Nusantara (Matra) Madura dibentuk beberapa waktu kemarin, di Sumenep.

Pembentukan itu diprakarsai oleh beberapa tokoh adat di Madura, mulai dari Bangkalan, Sampang, Pamekasan, hingga Sumenep.

“Kita menindak-lanjuti surat dari Matra Pusat, mengenai kesediaan bergabung. Jadi setelah bermusyawarah dengan beberapa tokoh di sini, kita respon dengan membentuk DPW,” kata KH RP Thariq Adikara, salah satu tokoh adat Madura di Pamekasan pada Media Center.

Dalam sebuah pertemuan tidak formal itu, dihadiri oleh Kiai Thariq sendiri, R Mas Agus Suryoadiningrat (Bangkalan), RP Mohammad Mangkuadiningrat (Sumenep), dan beberapa tokoh lainnya.

Pertemuan yang digelar di kediaman RB M Farhan Muzammily, di Jalan Garuda Desa Kebunagung itu membahas beberapa hal hingga merumuskan jajaran pengurus inti.

Pengurus itu meliputi ketua umum yang diembankan kepada Kiai Thariq, empat ketua, sekretaris umum, bendahara dan beberapa bidang. “Itu disesuaikan dengan AD ART Matra Pusat,” kata Agus Suryoadiningrat, yang didapuk Sekretaris Umum.

Pertemuan kala itu itu berlanjut di Ponpes Darussalam, Jungcangcang, Pamekasan, beberapa hari setelahnya. Dalam pertemuan itu dirampungkan semua nama-nama pengurus untuk selanjutnya dikirim ke Matra Pusat.

“Insha Allah bulan Oktober ini kita deklarasi dan setelah pelantikan akan beraudiensi dengan para Bupati Madura,” jelas Kiai Thariq.

Perlu diketahui, Matra merupakan organisasi yang didirikan oleh berbagai macam golongan dan latar belakang sosial. Ada dari keluarga bangsawan kerajaan, cendekiawan, budayawan, aktivis pemuda dan mahasiswa, serta golongan masyarakat lainnya. Matra juga tidak berafiliasi pada salah satu kekuatan politik, Matra hanya mengembangkan dan melestarikan adat di seluruh nusantara. (M Farhan/Esha/Fer)