Jakarta, InfoPublik– Provinsi Gorontalo menjadi salah satu dari 14 Provinsi di Indonesia yang memperoleh penambahan pegawai aparatur sipil negara di bidang pendidikan melalui pengadaan CPNS Guru Garis Depan (GGD).

Hasil formasi dan seleksi kemampuan dasar GGD diserahkan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Didik Suhardi, kepada Gubernur Rusli Habibie, pada rapat koordinasi yang digelar di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (16/6).

Sebanyak 6.926 GGD diangkat dan akan ditempatkan di 183 kabupaten di seluruh Indonesia. Sekjen Kemendikbud menjelaskan, GGD akan ditempatkan di daerah 3T, yaitu terpencil, tertinggal, dan terluar. Didik berharap, GGD bisa berbaur dengan warga ditempatnya bertugas, sehingga akan maksimal dalam membantu pemerintah daerah dalam memajukan daerah 3T.

“Sebelumnya, GGD ini sudah pernah bertugas di daerah 3T, sehingga dedikasi, motivasi, dan semangat mereka tidak perlu diragukan lagi,” ujarnya.

Senada dengan Sekjen Kemendikbud, Gubernur Rusli Habibie juga berharap, GGD yang ditempatkan di wilayah Provinsi Gorontalo akan merasa betah dalam melaksanakan tugasnya. Apalagi, rata-rata GGD ini berasal dari luar Gorontalo, sehingga tantangannya pun cukup berat.

“Saya harapkan mereka bisa betah bertugas di daerah terpencil di Provinsi Gorontalo,” jelasnya.

Hadir pada kegitan tersebut Kepala BKN, Staf Ahli Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi, serta para gubernur dan bupati selaku Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Provinsi/Kabupaten. (MC Prov Gorontalo/Humas/Haris/Eyv)