Lombok, InfoPublik - Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Pudji Hartanto mengatakan, pihaknya akan mengembangkan Long Distance Ferry, pelayaran menggunakan kapal ferry untuk rute jarak jauh.

Hal ini untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan dan meminimalisir kecelakaan lalu lintas. "Sesuai arahan Menhub, kita akan pindahkan angkutan logistik/barang dari jalan darat ke laut, diantaranya untuk mengurangi beban lalu lintas jalan," ujar Pudji dalam paparannya pada kegiatan Lokakarya Untuk Pers/Media Massa Tahun 2017 di Lombok, NTB, Jumat (21/4).

Sebagai informasi, layanan feri jarak jauh lintas Surabaya-Lombok telah dioperasikan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Berlayar perdana pada Kamis 1 Desember 2016 dengan KMP Legundi.

Kapal diberangkatkan dari dermaga Jamrud Utara 310, Terminal Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Pelabuhan Laut Pelindo III Lembar, Lombok. Layanan feri jarak jauh tersebut untuk mendukung penurunan biaya tinggi logistik dan pengembangan sektor pariwisata.

Pelayaran Surabaya-Lombok dijadwalkan dua kali dalam satu minggu, dengan waktu pelayaran sekitar 21 jam. Dari Surabaya berangkat hari Senin dan Kamis, dari Lombok hari Rabu dan Sabtu.

Sebagai perbandingan, untuk perjalanan Surabaya-Lombok melintasi jalur darat dan penyeberangan Jawa-Bali, waktu tempuh perjalanan bisa mencapai lebih dari 30 jam.