Jakarta, InfoPublik - Pemerintah terus berusaha untuk mewujudkan pembangunan merata di seluruh Indonesia, termasuk di dalamnya adalah pemerataan akses informasi kepada masyarakat sehingga dapat meredam gejolak-gejolak yang timbul akibat kurangnya akses informasi.

"Salah satu tema sentral dalam pembangunan Indonesia adalah tentang kemaritiman yang tentunya tidak lepas dari Wilayah Timur Indonesia, dikaitkan dengan ekonomi yang pertumbuhan tinggi, tahun ini kita fokus pada pemeretaaan , baik ekonomi maupun informasi kemasyarakat secara keseluruhan," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam dialog menyambut Hari Pers Nasional (HPN) 2017 di Jakarta, Jumat (3/2).

Menurut Rudiantara, upaya pemerintah dalam mewujudkan pemerataan informasi salah satunya adalah dengan membangun Palapa Ring di Wilayah Timur Indonesia. Dengan adanya Palapa Ring tentunya Wilayah Timur Indonesia dapat mengakses berbagai macam informasi melalui internet dengan kecepatan tinggi.

"Kita ingin semua merata, makanya kita bangun Palapa Ring, nantinya semua wilayah di Maluku harus bisa internet dengan kecepatan tinggi pada 2019," tegas Menkominfo.

Namun demikian, lanjut Menkominfo, masyarakat tentunya harus cerdas dalam memanfaatkan internet termasuk dalam memanfaatkan informasi yang tersaji di dalamnya. Hal ini dikarenakan sudah banyaknya medium-medium yang bisa menyajikan informasi, yang kadang masih diragukan kebenarannya.

"Kalau kita bicara mengenai media filter, kalau kita bicara konten, tentunya dalam Undang - Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) pemerintah sudah diberi kewenangan untuk melakukan filter atas informasi yang tidak benar, tapi yang lebih penting lagi bagi kita adalah melakukan literasi dan sosialisasi kepada masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, upaya literasi dan sosialisasi di komunitas-komunitas masyarakat sangat ditekankan oleh pemerintah, karena dengan penyaringan dilakukan oleh diri sendiri tentunya akan lebih efektif sehingga menjadi masyarakat pun cerdas dalam berinformasi. Ditambahkannya, kalau kita bicara pers atau media, sekarang banyak mediumnya, dari cetak hingga media sosial, dengan berkembangnya medium ini menjadi kesempatan bagi teman pers di daerah untuk dapat berinteraksi lagi dengan pusat pemerintahan di pusat. 

"Teknologi ini harus benar-benar dimanfaatkan," katanya.

Untuk diketahui, Hari Pers Nasional (HPN) diperingati setiap tahun tepatnya tanggal 9 Februari, dilaksanakan di ibukota provinsi yang berbeda. HPN dimaknai oleh masyarakat Indonesia khususnya insan pers sebagai sebuah pesta rakyat dimana kemerdekaan pers sebagai salah satu pilar demokrasi. Puncak HPN 2017 akan berlangsung 9 Februari mendatang di Lapangan Tantui, Kota Ambon, Maluku. Tahun ini, HPN mengangkat tema ‘Pers dan Rakyat Maluku Bangkit dari Laut’.

Sementara itu, Margiono selaku Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat sekaligus Penanggung Jawab HPN 2017 mengatakan bahwa alasan dipilihnya Maluku sebagai tempat penyelenggaraan acara puncak HPN 2017 adalah karena Maluku merupakan daerah yang paling siap.

"Karena tema besarnya adalah  kemaritiman, bangkit dari laut, tentu Maluku menjadi sentral, Maluku menjadi daerah yang menentukan pengembangan potensi kemaritiman di wilayah timur," kata Margiono.

Margiono menegaskan, pers harus memberi manfaat bagi kemajuan daerah dengan adanya medium-medium untuk menyalurkan informasi, termasuk memanfaatkan media sosial yang saat ini sangat marak.

Margiono menegaskan, pemanfaatan media sosial sebagai medium untuk menyalurkan produk jurnalistik tentunya tidak salah, justru akan lebih cepat mewujudkan pemerataan informasi kepada masyarakat.

"Tapi tentu saja, informasi di medium itu sudah memenuhi kaidah-kaidah jurnalistik," kata Margiono.