Jakarta, InfoPublik - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) gandeng Microsoft tingkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia (TKI) melalui pelatihan vokasional dan pengembangan informasi pasar kerja.

Kerjasama dengan Microsoft ini bertujuan untuk meningkatan kualitas SDM melalui skema pelatihan kerja merupakan salah satu terobosan yang pemerintah lakukan dalam menciptakan tenaga kerja terampil, kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Muhammad Hanif Dhakiri saat menemui Presiden Microsoft Asia Ralph Haupter dan Presiden Direktur Microsoft Indonesia Andreas Diantoro di kantor Kemnaker, Senin (10/10).

Rencananya, melalui kerangka kerjasama ini, sebuah pilot project dengan melibatkan 110 peserta akan dilatih menggunakan modul Microsoft Certification selama beberapa bulan ke depan di Cevest Bekasi bekerjasama dengan Plan Indonesia.

Ke-110 peserta ini akan mengikuti pelatihan dalam rangka meningkatkan kinerja dan kualitas pekerja yang siap kerja juga diakui secara internasional dan diterima di semua industri.

Hanif menambahkan, dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia, pemerintah menggandeng pihak swasta/perusahaan sehingga kedua pihak bisa saling bekerja sama dan mendapat banyak keuntungan yang bisa diambil.

Program kerjasama  pelatihan yang melibatkan swasta, akan lebih sesuai dengan kebutuhan industri/usaha setempat hingga instruktur dari profesional/praktisi usaha dan industri setempat yang memiliki kualifikasi level internasional, beber Hanif.

Menurut Hanif, selain kerjasama pelatihan kerja, Kemnaker dan Microsoft juga akan bekerjasama dalam mengembangkan sistem informasi pasar kerja dan database. Microsoft akan memberikan layanan berupa sistem juga membantu dalam hal integrasi data, pengelolaan data, juga identifikasi data.

Informasi pasar kerja menjadi hal yang sangat vital dalam mencapai target penempatan tenaga kerja dua juta per tahunnya. Kami sangat mengapresiasi kerjasama oleh Microsoft dalam mendukung pengembangan sistem sekaligus integrasi sistem yang sudah ada saat ini, ujarnya.

Kedepannya, lanjut Hanif, Kemnaker juga berencana untuk membuat sebuah Innovation Centre atau tempat bagi anak-anak muda untuk dapat melakukan inovasi. Dalam hal ini Microsoft akan memberikan bantuan teknis untuk Kemnaker dalam proses pendiriannya.

Hanif mengatakan, profil angkatan kerja nasional yang berjumlah 128 juta  masih didominasi (62 persen) oleh lulusan SD-SMP. Sehingga, investasi swasta masih diperlukan diperlukan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja. Keterlibatan swasta, lanjutnya lagi, sangat penting untuk mengurangi kesenjangan pekerja terampil yang dialami Indonesia dewasa ini.

Kita diprediksi akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-7 di dunia. Syaratnya, kita harus punya 113 jutaan tenaga kerja terampil, sementara posisi hari ini baru sekitar 55 jutaan yang tersedia. Jadi, kita perlu cetak 4 jutaan tenaga kerja trampil setiap tahun sampai dengan 2030. Itu kerja besar dan karenanya keterlibatan swasta sangat amat penting, kata Hanif.

Pada akhirnya kata Hanif diharapkan skills yang diperoleh dari pelatihan vokasional yang melibatkan swasta tersebut memiliki  kesesuaian dengan kebutuhan pasar kerja sehingga mengurangi pengangguran di Indonesia.