Blora, InfoPublik – Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Kumunikasi dan Informatika (DPPKKI) Kabupaten Blora Slamet Pamuji meminta dewan juri pemilihan Kakang Mbakyu Duta Wisata 2016 agar bertindak dan bersikap lebih obyektif.

“Dewan Juri saya minta obyektif jangan subyektif,” tegasnya dalam sambutannya pada pembukaan resmi pelaksanaan pemilihan Kakang Mbakyu Duta Wisata 2016 di Hotel Mustika, Rabu (27/7).   

Duta Wisata, menurut Slamet Pamuji, tidak seperti pemilihan model atau siswa teladan. Tidak hanya penampilan dan wajah menarik, melainkan juga tingkat kepandaian dan wawasan pariwisata di Blora berbasis ekonomi kreatif.   

“Tidak hanya yang menang saja, melainkan semua peserta memiliki peran dan tugas dalam mengembangkan dan mengenalkan potensi yang ada di Blora, sehingga orang ketika tanya lokasi pariwisata di Blora bisa ikut membantu mengenalkan dan mempromosikannya,” ujar Slamet Pamuji.

Kabupaten Blora, lanjutnya, memang belum masuk katagori tujuan wisata seperti kabupaten lainnya yang sudah lama memiliki wilayah berpotensi dan dikelola pariwisatanya.

“Beruntunglah adik-adik bisa ikut pemilihan duta wisata, gunakan kesempatan ini sebagai pengalaman berharga, sebagai bekal di kemudian hari ketika hidup di tengah-tengah masyarakat. Yang tak kalah penting, harus bangga dengan Blora,” ungkapnya.

Usai sambutan, Kepala DPPKKI menyematkan tanda peserta kepada perwakilan, kemudiaan diikuti oleh semua peserta Kakang Mbakyu Duta Wisata 2016. 

Kepala Bidang Pariwisata Sugiyanto mengemukakan, hingga secara resmi dibuka, Rabu (27/7) jumlah peserta pada awal pendaftaran sebanyak 40 peserta, terdiri siswa-siswi pelajar SMA/SMK,  mahasiswa dan umum.  Hanya saja sepasang peserta mengundurkan diri karena suatu hal, sehingga tinggal 38 orang (19 pasang).

Peserta SMA/SMK Putra sebanyak 18 orang, terdiri 16 siswa SMA/SMK dan 2 orang dari mahasiswa perguruan tinggi.

Peserta SMA/SMK Putri sebanyak 20 orang, terdiri 14 siswa SMA/SMK, 5 orang dari mahasiswa perguruan tinggi dan 1 orang dari umum (dosen).  

Pada tanggal 27 Juli semua peserta wajib registrasi ulang untuk mengikuti karantina selama 3 hari. Karantina dilaksanakan 27-29 Juli di Hotel Mustika, selama karantina peserta dilarang pulang.

“Sehingga nanti ada pasangan yang sejenis saat grand final,” kata Sugiyanto.

Dijelaskannya, para peserta juga akan mengikuti tahapan uji kompetensi dan intelegensi, gladi bersih serta pembekalan.

Uji kompetensi dan intelegensi berupa tes tertulis, wawancara, audiensi tatap muka dan sapa kenal serta pemandu wisata dan table manner. Tim juri yang telah ditunjuk DPPKKI menguji para calon duta wisata Blora dengan aneka pertanyaan sesuai kompetensi masing-masing

“Akan kami berikan materi pembekalan tentang kepariwisataan, pengetahuan umum, bahasa inggris, dan kepribadian. Akan dilakukan kunjungan juga ke Kampung Samin Klopoduwur dan Desa Wisata Balong untuk belajar keramik,” jelasnya.

Sebelum grand final berlangsung di Gedung Sasana Bhakti (Jumat, 29/7), para peserta akan diarak keliling kota Blora dengan mengendarai kereta wisata (odong-odong).

Rutenya, start Hotel Mustika, dilanjutkan Jalan Gatot Subroto, Pasar Induk, Jalan Mr. Iskandar, Jalan Reksodiputro,Jalan Gunandar,Jalan Pemuda, Alun-Alun Blora. Kemudian finish di Gedung Sasana Bhakti. 

“Setiba di alun-alun Blora akan berputar dua kali. Warga masyarakat dipersilahkan menonton dan memberikan apresiasi,” katanya.

Juara I akan dinobatkan oleh Bupati Blora sebagai Duta Wisata Blora tahun 2016.

Selain itu berhak mengikuti pemilihan Duta Wisata Tingkat Provinsi Jawa Tengah dan berhak mengikuti  berbagai kegiatan dan event di Tingkat Kabupaten Blora.

Peserta terbaik dan favorit akan mendapatkan piagam dan thropy serta uang pembinaan. (MC Kab. Blora/Guh/Kus)