Jakarta, InfoPublik - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, pihaknya akan menyelidiki peristiwa mesin presensi offline saat hari pertama masuk kerja sehabis libur Lebaran kemarin.

“Dari pengalaman saya sih ada kesengajaan, tapi kami belum ada bukti,” kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (12/7).

Dirinya tidak yakin jika kabel-kabel mesin presensi digigit tikus. Untuk itu akan diselidiki terlebih dahulu permasalahannya, karena ada sebanyak 1.217 mesin presensi yang offline. “Maka saya pikir lihat saja dulu, enggak mau suudzon. Kami selidiki bisa ketahuan kok, mainnya halus di sini,” ujarnya.

Disebutkan, dengan adanya permasalahan ini, PNS bisa melakukan absensi secara manual, sehingga lebih menguntungkan PNS yang terlambat datang, karena tidak tercatat secara otomatis di sistem yang ada. “Jadi TKD-nya belum tentu dipotong, karena alasan rusak, makanya dibuat manual,” tegasnya.

Menurutnya, ke depan akan menerapkan sanksi lebih tegas, yakni jika mesin presensi rusak, maka Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) tidak akan dibayarkan, sehingga setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diminta untuk menjaga dengan baik mesin presensi.

“Lama-lama akan terus kaya begini, maka kami akan bikin sistem yang lebih kejam, kalau alat rusak, ya harus kamu perbaiki. Kalau nggak bisa perbaiki sudah satu hari itu semua tidak dapat TKD baru bisa takut,” tandasnya.