Garut, InfoPublik - Pencanangan air bersih bagi masyarakat yang dikemas dalam Program Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) PDAM Tirta Intan terus bergulir.

Program yang diperuntukan bagi 3 ribu masyarakat miskin di seluruh Kabupaten Garut itu sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Kecamatan Pameungpeuk, Garut Selatan.

Sinta Susilawati (30) warga Cidahon, Desa Jatimulya, Kecamatan Pameungpeuk, Garut Selatan mengatakan, dari dulu keluarganya sudah menggunakan air dari PDAM Tirta Intan bersama dengan orangtuanya. Tahun 2015 lalu, dirinya mendapat bantuan pemasangan pipa air khusus untuk rumahnya dari program MBR PDAM Cabang Pameungpeuk.

Jika hal itu dibandingkan dengan kualitas air sumur yang banyak digunakan warga Cidahon, menurut dia, air dari PDAM lebih bersih dan bisa diminum.“Alhamdulillah, kami menikmati Air PDAM untuk minum dan lainnya,” kata Sinta, Senin, (14/3).

Dalam satu bulan, dirinya hanya membayar Rp50 ribu untuk segala pemakaian. Dia berharap program MBR ini pun bisa juga dinikmati oleh warga lain yang masih menggunakan air sumur untuk kebutuhan sehari- hari.

Kepala Unit PDAM Pameungpeuk, Sudiaman mengatakan untuk program Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di wilayahnya tahun 1973 sebanyak 73 Kepala Keluarga (KK). Sementara tahun ini sudah hampir 50 KK yang menerima manfaat program tersebut.

“Alhamdulillah, 22 persen masyarakat Pameungpeuk sudah menikmati layanan PDAM. Untuk melayani 1.551 pelanggan pasokan airnya disuplai dari sumber air Cipeuleubuh dengan debit air mencapai 20 liter per detik,” paparnya.

“Dari 8.600 penduduk, 1.551 diantaranya telah menggunakan air PDAM. Dan, dari enam Desa dari delapan Desa yang ada sudah mendapatkan pelayanan PDAM,” jelas Sudiaman.Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Intan Doni Suryadi mengaku optimistis bahwa program MBR ini bisa diraakan semua lapisan masyarakat.

“Saya berharap Program MBR ini bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat terutama mereka yang berpenghasilan rendah,” katanya.MC.Kab.Garut/Eyv)