JAKARTA, InfoPublik – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) secara resmi menerima suntikan sumber daya manusia (SDM) aparatur baru usai Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) sukses menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Angkatan ke-21.
Seremoni kelulusan ini dilangsungkan di Auditorium dr. Roebiono Kertopati, Kantor Pusat BSSN, Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (22/9/2026).
Momentum ini tidak sekadar menjadi perayaan akademik, melainkan titik tolak kesiapan instansi BSSN dalam menerjunkan abdi negara baru tersebut ke garis depan penyelenggaraan sistem keamanan siber dan persandian nasional.
Direktur Poltek SSN, Arnoldus Triono, dalam laporannya memaparkan bahwa pada angkatan ke-21 ini, instansinya meluluskan sebanyak 95 wisudawan, dengan 32 di antaranya berhasil meraih predikat pujian (cum laude).
Ia menegaskan, seluruh lulusan telah dibekali kompetensi untuk menjadi kader pemimpin dan aparatur negara yang berintegritas, kreatif, inovatif, serta siap bersaing di tingkat global.
Dalam perhelatan ini, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, berkesempatan menyampaikan Orasi Ilmiah I.
Ia menekankan bahwa keamanan siber merupakan bagian integral yang tak terpisahkan dari ekosistem ekonomi kreatif.
Lulusan Poltek SSN dituntut menjadi penjaga kepercayaan digital (digital trust) sekaligus katalisator inovasi bangsa.
“Tidak ada ekonomi digital yang kuat tanpa keamanan digital yang kuat, dan tidak ada ekonomi kreatif masa depan yang berdaya saing tanpa ruang siber yang aman dan tepercaya,” tegas Teuku Riefky.
Selanjutnya, Orasi Ilmiah II disampaikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini.
Ia menyoroti urgensi penguatan pertahanan dalam proses transformasi digital pemerintahan, terutama dalam memitigasi risiko kemajuan teknologi mutakhir seperti kecerdasan artifisial (AI).
Di tengah birokrasi yang kian berorientasi pada pelayanan masyarakat, Rini berpesan agar para aparatur siber memiliki tiga kapasitas utama: kompetensi keilmuan, kemampuan eksekusi di lapangan, serta karakter yang luhur.
“Jadikan ilmu yang diperoleh sebagai kekuatan bagi negara, dan selamat datang di birokrasi pemerintahan Indonesia,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala BSSN, Nugroho Sulistyo Budi, menyampaikan apresiasi mendalam atas orasi ilmiah dari kedua menteri yang dinilai memacu motivasi pengembangan SDM di internal BSSN.
Kepada para wisudawan, Nugroho mengingatkan bahwa kelulusan adalah awal dari perjalanan pengabdian.
Ia menginstruksikan agar setiap aparatur terus meningkatkan kapasitas diri dalam menghadapi lanskap ancaman siber yang kian dinamis, yang dipercepat oleh lompatan AI dan komputasi kuantum (quantum computing).
“Kalian adalah Kesatria Petarung yang akan menjadi perisai tangguh bagi ruang siber nasional. Teruslah belajar, bekerja dengan hati, dan jaga selalu nama baik almamater di mana pun ditugaskan,” pungkas Nugroho.
Turut hadir dalam prosesi tersebut, Wakil Kepala BSSN A. Rachmad Wibowo, jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama BSSN, serta sivitas akademika Poltek SSN.
Melalui momentum ini, 95 abdi negara baru tersebut bersiap mengambil peran sentral dalam memperkokoh kedaulatan digital Indonesia. (Humas BSSN)