Serdang Bedagai, InfoPublik - Peringatan Tri Suci Waisak harus menjadi momentum terwujudnya silaturahmi dan keselarasan antara pemerintah dan umat Buddha dalam membangun Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara. Disamping itu, perayaan kegiatan keagamaan juga harus dapat menjadi sarana menyampaikan saran dan kritik terkait dinamika sosial untuk menjaga keberagaman antar umat beragama ditengah-tengah masyarakat.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Sergai, Darma Wijaya saat menghadiri acara perayaan Tri Suci Waisak 2562 Kabupaten Sergai Tahun 2018 di Vihara Sakyamuni Buddha, Sei Rampah, Sabtu (12/5/2018) malam.

Dalam perayaan yang berlangsung khidmat tersebut, hadir juga Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Sergai, AKBP. Juliarman Eka Pasaribu, Bikkhu Viryadharmu Samanera Thiranando dan Samanera Sagaradhammo, pengurus Yayasan Sosial Angsapura dan Muara Sutera, Kabag Kesra Sekdakab Sergai Sudarno, unsur Muspika Kecamatan Sei-Rampah, Ketua KONI Siswanto, tokoh lintas agama, tokoh masyarakat dan umat Buddha se-Sergai.

Dikatakan Wabup bahwa ritual Tri Suci Waisak yang dirayakan seluruh umat Buddha di dunia dimaksudkan untuk memperingati tiga peristiwa penting dan sakral, yaitu lahirnya Siddharta Gautama, diperolehnya kesadaran agung yang dicapai oleh sang Buddha, dan wafatnya Buddha Gautama. Siklus kehidupan sang Buddha inilah yang menjadi teladan bagi umat Buddha diseluruh dunia.

Bertepatan dengan momentum peringatan Tri Suci Waisak ini, Darma Wijaya mengajak segenap umat Buddha untuk meneladani nilai-nilai universal dari Dharma yang diajarkan sang Buddha.

“Mari kita suburkan sikap saling menghormati dan menghargai guna mewujudkan suasana kehidupan yang rukun, damai dan harmonis dengan semangat kerja keras yang dilandasi sikap kekeluargaan, gotong royong dan tolong menolong sesama warga,” ujarnya.

Sebelumnya Budi, SE selaku Ketua Panitia mengungkapkan apresiasi dan kebanggaan serta ucapan terima kasih atas perhatian Pemkab Sergai terutama Bupati, Wabup dan seluruh jajaranya, serta semua pihak sehingga terlaksananya acara hari ini, walau dengan segala kesederhanaan.

"Waisak ini agar kita rayakan dengan penuh hikmat, sebagai wujud peringatan hari lahir sang Buddha dan menjadikannya sebagai penerang hidup sehari-hari para umat Buddha," kata Budi. (MC. Sergai/TR)