Bonebol, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango (Bonebol), Provinsi Gorontalo, melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparek) setempat, meluncurkan Kartu Wisata Bonebol Cemerlang 2018 untuk dimanfaatkan di obyek wisata pemandian air panas Lombongo.

Peluncuran Kartu Wisata Bonebol Cemerlang 2018 ini ditandai dengan penyerahan secara simbolis kartu tersebut oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Bonebol, Taufik Sidiki kepada salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) usai apel kerja di lingkungan Pemkab Bonebol, di lapangan futsal kompleks Kantor Bupati Bonebol, Senin (2/4).

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparek) Bonebol, Aznan Nadjamuddin, mengatakan kartu itu merupakan pengganti karcis kertas yang biasa digunakan untuk masuk ke obyek wisata Lombongo.

“Jadi setiap pengunjung yang sudah memiliki kartu wisata ini, cukup memperlihatkannya kepada petugas yang ada di pintu masuk, untuk masuk ke obyek wisata Lombongo,” kata Aznan Nadjamuddin.

Dia menjelaskan untuk bisa mendapatkan kartu wisata tersebut, masyarakat Bonebol atau luar Bonebol bisa datang ke Disparek Bonebol yang beralamatkan di Desa Bubeya Kecamatan Suwawa. Kartu wisata ini dijual seharga Rp100 ribu dengan masa berlakunya sampai tanggal 31 Desember 2018.

“Jadi cukup bayar sekali Rp100 ribu dalam setahun untuk bisa masuk ke obyek wisata Lombongo. Penggunaaan kartu ini hanya berlaku di pintu masuk, sementara untuk bisa menikmati fasilitas di dalamnya seperti sepeda udara, itu tidak berlaku. Artinya para pengunjung yang ingin menikmati fasilitas sepeda udara tersebut, itu harus bayar tersendiri,” jelas Aznan Nadjamuddin.

Mantan Kepala Dispora Bonebol ini, menambahkan adapun ketentuan penggunaan kartu wisata ini, itu bisa digunakan untuk empat orang pengunjung atau satu keluarga dengan jumlah empat orang.

Ia mengungkapkan, pembuatan Kartu Wisata Bonebol Cemerlang ini, merupakan tindaklanjut dari usulan Sekretaris Daerah (Sekda) Bonebol, Ishak Ntoma, dalam rangka untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) di Kabupaten Bonebol, khususnya dari obyek wisata Lombongo.

“Selama ini PAD Lombongo, itu ada kebocorannya, maka dibuatlah Kartu Wisata Bonebol Cemerlang. Jadi satu pintu supaya bisa dihitung berapa PAD yang masuk untuk obyek wisata Lombongo dalam satu tahun dari hasil penjualan kartu tersebut,”ungkap Aznan Nadjamuddin.

Kartu ini, lanjut Aznan, nantinya akan dijual ke seluruh masyarakat Bonebol maupun ke masyarakat luar Bonebol, tapi lebih khusus ke aparat yang ada di Bonebol, dan tidak menutup kemungkinan juga aparat dari luar Bonebol, supaya mereka ketika masuk obyek wisata Lombongo sudah pegang kartu tersebut dan tidak perlu lagi bayar dengan uang cash di pintu masuk.

Diharapkan, lewat peluncuran Kartu Wisata Bonebol Cemerlang ini, kita bisa mendapatkan PAD lebih besar dari obyek wisata Lombongo.

”Taruhlah 4.000 pengunjung yang menggunakan kartu ini, maka ada PAD Rp400 juta yang kita pungut dari obyek wisata Lombongo. Apalagi tahun ini, PAD kita di Disparek Bonebol ditargetkan sebesar Rp700 juta,” ujar Aznan Nadjamuddin.

Dia juga menambahkan selain dari pendapatan kartu wisata tersebut, pihaknya juga akan memaksimalkan pemungutan retribusi masuk obyek wisata Lombongo kepada warga yang tidak memang kartu wisata itu. (MC Bone Bolango/Hms/Kadir/Kus)