Pematangsiantar, InfoPublik - Walikota Pematangsiantar mengajak semua pihak untuk bersama-sama menciptakan situasi tertib, aman dan kondusif, terutama dalam menjaga toleransi sesama umat beragama dan antar suku di kota yang kita cintai ini, agar semakin mantap, maju dan jaya. 

Demikian ungkapan Walikota Pematangsiantar Hefriansyah, SE, MM saat menghadiri pengukuhan pengurus MUI Kota Pematangsiantar priode 2017-2022, di Pujasera, Jalan WR Supratman, Minggu pagi (4/3).

Dalam pengukuhan pengurus MUI Kota Pematangsiantar priode 2017-2022 oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara Prof. DR. Abdullah Syah, MA ini, Walikota menegaskan, sekarang kita sedang menyongsong pelaksanaan Pilkada serentak Gubsu, dan kita yakinkan kota ini tetap aman dan kondusif tanpa ada menyinggung masalah suku, agama ras dan antar golongan.

Ketua MUI Kota Pematangsiantar Drs. H. M. Ali Lubis, yang terpilih ketiga kalinya pada Musda VI, Minggu (11/2) lalu, melalui sambutannya mengatakan, MUI adalah lembaga pengabdian, perjuangan dan lembaga dakwah tanpa imbalan seperti yang diperoleh di tempat lain. 

Karena ulama diibaratkan sebagai lampu penerang di tengah-tengah masyarakat, kepengurusannya dituntut memiliki budi pekerti yang baik.

MUI Kota Pematangsiantar dalam mendukung program pemerintah kota, butuh dukungan semua pihak. “Kota Pematangsiantar memiliki predikat kota paling toleran di Indonesia, mari pertahankan predikat itu tanpa mencampuri urusan agama orang lain, artinya, kita harus saling menjaga kerukunan itu,” kata ketua MUI Ali Lubis.

Selaku ketua dewan pertimbangan MUI, Zulkarnain Nasution mengatakan bahwa kepengurusan yang dikukuhkan sebanyak 164 orang merupakan jumlah yang relatif besar, sehingga, muncul optimisme bahwa pelaksanaan visi dan misi yang wajib dipahami dapat dituangkan melalui program kerja untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Dijelaskan Ketua MUI Sumatera Utara bahwa Majelis Ulama adalah tenda besar bagi umat Islam agar terhindar dari berbagai aliran sesat yang bermunculan, kemudian, tugas “amar ma’ruf nahi mungkar” sejalan dengan tugas TNI dan Polri untuk mencegah perbuatan yang tidak baik dan mengajak ummat untuk berbuat baik, terpuji serta mulia.

“Jumlah kepengurusan MUI Kota Pematangsiantar yang relatif besar diharap berfungsi dengan sebaik-baiknya, ulama sebagai pewaris nabi yang mewariskan ilmu, bertujuan untuk memberi pencerahan kepada ummat Islam,” terangnya.

Selain Walikota, kegiatan itu dihadiri Kapolres AKBP. Doddy Hermawan, Danrem 022 Pantai Timur Kolonel Arm Khairul Hadi, SE, Kepala Pengadilan Agama Pematangsiantar dan Simalungun, ketua MUI Simalungun H Abdul Halim Lubis, sejumlah kepala Bank Syariah Kota Pematangsiantar dan lainnya.

Pengurus MUI pematangsiantar 2017-2022 yang baru dikukuhkan antar lain: Ketua Umum Drs H M Ali Lubis, Wakil Ketua Umum Zainal Siahaan. Diikuti 12 unsur ketua. Sekretaris Umum H Akhmad Ridwansyah Putra dan 5 unsur sekretaris. Bendahara Umum H Badri Kalimantan serta 2 unsur bendahara.

Selanjutnya, kepengurusan dilengkapi dengan Komisi Fatwa, Komisi Ukuwah Islamiyah, Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat. Komisi Pendidikan dan Kaderisasi Ulama. Komisi Pengkajian dan Penelitian, Komisi Hukum dan Perundang-undangan, Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat.

Serta, Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga, Komisi Informatika dan Komunikasi. Komisi Hubungan antar Ummat Beragama, Komisi Hubungan Antar Daerah dan Kerjasama Wilayah serta Komisi Pemuda dan Pembinaan Seni Budaya Islam. (Humas/C1/S1/toeb).