Sleman, InfoPublik – Sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat kurang mampu, Bank Sleman dalam rangkaian kegiatan HUT ke-35 tahun 2016, melaksanakan kegiatan Bank Sleman Peduli dalam bentuk khitanan massal.

 Dirut Bank Sleman, Muh Sigit SE MSi disela-sela Khitanan massal yang dilaksanakan di halaman Bank Sleman, Sabtu (19/11) mengatakan, kegiatan khitanan massal dilaksanakan setiap tahun dan animo masyarakat dari tahun ke tahun semakin meningkat, sehingga bagi masyarakat yang akan mengkhitankan putranya bisa mendaftar lebih awal ke Bank Sleman untuk mengikuti kegiatan tahun depan.

Diungkapkan, untuk tahun 2016 ini peserta yang  dikhitan mencapai 91 anak dari keluarga kurang mampu di wilayah Kabupaten Sleman. 

Kegiatan lain yang telah dilaksanakan dalam rangkaian HUT Bank Sleman yang ke-35 pada 28 November mendatang yakni pembagian sembako, bedah rumah, pembagian sarana prasarana di sekolah untuk mendukung kegiatan sekolah ramah anak dan kepada desa untuk mendukung kegiatan Sleman layak anak, serta pemberian bantuan bagi usaha mikro.

Kegiata khitanan massal diawali dengan pemberian motivasi kepada  anak-anak peserta khitan yang didampingi orangtua masing-masing oleh dr Dirwan Suryo MSC SP. F, perwakilan dari RS Queen Latifa selaku pelaksana kegiatan khitanan massal. dr Dirwan memberikan motivasi agar anak tidak takut dikhitan dan menyampaikan pentingnya khitanan bagi kesehatan anak.

Untuk melaksanakan khitanan massal ini didukung oleh 14 tenaga medis dengan menggunakan peralatan laser sehingga anak tidak merasakan sakit, dua hari anak sudah bisa pulih kembali dan Senin (21/11) bisa masuk sekolah seperti biasa. Pelaksanaan khitan dilakukan di enam bad dan pelaksanaannya dilakukan selama kurang lebih 10 menit.

Ternyata tidak mudah dalam pelaksanaannya karena tidak sedikit setelah memasuki ruang khitan anak-anak ada yang takut sehingga perlu upaya untuk membujuk agar anak tidak takut dan mau dikhitan.

Namun berkat ketelitian dan kepandaian dari tim medis dibantu dengan segenap karyawan Bank Sleman anak-anak kesemuanya dapat dikhitan. Ada tiga anak yang tidak jadi dikhitan karena adanya kelainan pada alat kelamin anak.

Menurut dr Saifudin yang memimpin jalannya Khitan dari RS Queen Latifa 3 anak tersebut mengalami Hipospadia yakni kelainan bawaan pada alat kelamin anak yakni posisi saluran kencing tidak pada tempatnya sehingga diperlukan tindakan operasi di RS.

Kelainan ini tidak disadari oleh anak dan tidak diberitahukan pula kepada orangtua sehingga keadaan seperti ini memerlukan perhatian dari orangtua untuk mengetahui kelainan pada anak sejak dini sehingga dapat dilakukan tindakan yang tepat.

Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI serta Badan Pengawas Bank Sleman ,Dra Suyamsih berkenan mengunjungi kegiatan khitan memberikan motivasi kepada anak-anak yang dikhitan.(***/Mc Sleman/Kus)