Sukamara, InfoPublik - Naiknya harga Bahan Bakar Minyak atau BBM di Kabupaten Sukamara Kalimantan Tengah berdampak terhadap angka kemiskinan yang naik menjadi 3,72 persen pada 2022.
Bupati Sukamara, Windu Subagio mengatakan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Sukamara pada 2022 terbilang masih kecil jika dibanding dengan angka provinsi dan nasional.
"Yaitu yang semula 3,66 persen pada tahun 2021 menjadi 3,72 persen pada tahun 2022, atau bertambah sekitar 100 orang dari 2.380 orang di tahun 2021 menjadi 2.480 orang ditahun 2022," kata Windu Subagio, Senin (2/4/2023).
Menurut dia, peningkatan angka tersebut salah satunya dikarenakan adanya peningkatan garis kemiskinan pada September 2022, dimana hal tersebut karena adanya kenaikan harga terhadap kebutuhan masyarakat.
"Kenaikan angka garis kemiskinan ini dipengaruhi oleh kenaikan harga BBM yang pada akhirnya berdampak kepada kenaikan harga hampir semua komoditas yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia," ujar Windu.
Bupati Sukamara menambahkan, telah dilakukan berbagai upaya bersa dalam penanggulangan dampak inflasi melalui berbagai program dan kegiatan, namun pengaruh fenomena itu menyisakan pekerjaan yang harus menjadi perhatian pada pelaksanaan pembangunan tahun-tahun berikutnya. (Norhasanah/Y)