Bupati Belu Minta OPD Tidak Copy Paste Program Pembangunan

:


Oleh MC KAB BELU, Jumat, 31 Maret 2023 | 18:32 WIB - Redaktur: Fajar Wahyu Hermawan - 82


Belu, Infopublik – Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus meminta kepada Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Belu harus kreatif dan inovatif dalam membuat program pembangunan guna mempercepat kemajuan daerah ini. Penegasan itu dikemukakan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Belu Tahun 2024 di Aula Kantor BP4D Kabupaten Belu, Selasa (28/03/2023).

Bupati mengatakan, Pimpinan OPD dalam menyusun program pembangunan harus memperhatikan kebutuhan masyarakat sehingga berorientasi hasil yang jelas, apalagi hanya kebiasaan menyalin program yang sudah ada (copy paste) sebelumnya.

“Mari duduk bersama untuk melakukan perencanaan yang baik melalui musrenbangdes dan musrambangcam. Saya minta jangan di copy paste saja. Pelajari baik-baik rencana di desa untuk tahun 2024. Pembangunan ini harus berskala prioritas supaya sasaran dan strategi yang kita capai bisa maksimal,” katanya.

Sebagai sebuah sistem pemerintahan yang baik dan efektif, penting bagi setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengembangkan program-program pembangunan yang spesifik dan sesuai dengan kebutuhan wilayah yang mereka layani.

“Kita harus fokus untuk menata dan mengintervensi daerah-daerah sentra produksi yang cocok bagi sektor pertanian dan peternakan. Kemudian daerah mana yang menjadi sentra produksi seperti tanaman hortikultura. Oleh karena itu kita harus duduk bersama seluruh komponen masyarakat untuk membahas poin penting program perioritas sebagai nyawa pembangunan di tahun-tahun terakhir kepemimpinan kami,” imbuh Bupati.

Bupati Belu, sebagai pemimpin daerah, memiliki hak untuk meminta agar OPD di wilayahnya tidak melakukan copy paste program pembangunan tanpa memperhatikan konteks dan kebutuhan lokal. Hal ini dikarenakan setiap daerah memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda-beda.

“Dengan mengembangkan program pembangunan yang spesifik dan sesuai dengan kebutuhan lokal, diharapkan program tersebut dapat memberikan dampak yang lebih signifikan dan terukur bagi masyarakat. Saat ini kita semua berupaya untuk bekerja membantu masyarakat, tetapi tidak hanya lewat kata-kata, tetapi harus lebih banyak melalui tindakan-tindakan nyata untuk melayani masyarakat,” tandasnya.

Selain itu, dengan mengembangkan program pembangunan yang spesifik dan sesuai dengan kebutuhan lokal, maka OPD juga dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik yang mereka berikan. Program yang tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

“Para peserta musrenbang pada hari ini adalah orang yang bekerja terukur dan selalu bekerja dengan hati. Secara kolaboratif mari kita singkirkan dan hilangkan narasi-narasi negatif yang ada, tetapi bukan kita anti kritik dan kita terbuka menerima masukan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Bupati Belu juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah memberi masukan untuk implementasi RKPD Kabupaten Belu di tahun 2024. Ia berharap program dan kegiatan yang direncanakan nanti bisa menyentuh substansi masalah kemiskinan ekstrem diwilayah ini, termasuk penurunan stunting.

“APBD Kabupaten Belu tahun ini hampir 1 triliun dan sudah menjawab semua hal pelayanan dasar, termasuk penguatan ekonomi masyarakat. Saya pikir kita sudah dalam track yang benar bahwa fokus program prioritas Kabupaten Belu antara lain di kesehatan, pendidikan, Pertanian, Peternakan, dan peningkatan sumber daya manusia. Termasukr eformasi birokrasi yang sudah kita dijalani,” papar Bupati Belu.

Oleh karena itu, sangat penting bagi OPD untuk terus mengembangkan program-program yang spesifik sesuai dengan kebutuhan wilayah yang mereka layani.

“Saya tegaskan lagi bahwa pemberian bantuan sosial, maupun bantuan tunai atau bantuan sosial lainnya dalam mengurangi beban hidup masyarakat miskin agar benar-benar tepat sasaran, sehingga para penerima manfaat dapat diberdayakan. Jangan sampai bantuan itu hilang begitu saja dan tidak ada perubahan lanjutan, sehingga setiap tahun kondisi warga miskin tidak berubah dan terus bertambah,” pungkasnya.(Prokopimbelu).