Ini Makna Mendalam Batik yang Dipakai Jokowi saat Pagelaran Istana Berbatik

: Presiden Joko Widodo menggunakan batik motif parang yang dipadukan dengan motif udan iris pada acara Istana Berbatik, Minggu (1/101/2023) malam di Istana Negara Jakarta/Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev


Oleh Tri Antoro, Senin, 2 Oktober 2023 | 09:52 WIB - Redaktur: Untung S - 47


Jakarta, InfoPublik - Pagelaran Istana Berbatik di depan Istana Merdeka, Jakarta pada Minggu (1/10/2023) telah sukses mencuri banyak perhatian masyarakat. Berbagai elemen masyarakat tumpah ruah memadati sekitaran lokasi pagelaran hanya untuk melihat beragam jenis motif batik Indonesia. 

Salah satu motif batik yang menarik perhatian yang dipakai oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada pagelaran batik tersebut. Motif batik yang digunakan oleh Presiden Jokowi adalah motif parang yang dipadukan dengan motif udan iris.

Ada filosofi yang mendalam dari perpaduan motif batik parang dan udan liris yang dipakai oleh Presiden Jokowi saat itu. 

Seperti dikutip dari situs motifbatik.web.id pada Senin (2/10/2023) menyebutkan, motif parang merupakan motif batik yang terkenal di Indonesia. Bentuk motif batik Parang seperti garis garis diagonal dari atas ke bawah yang didalamnya terdapat susunan motif menyerupai huruf “S” yang tanpa terputus dan saling berkesinambungan. Warna pada motif batik itu seringkali menggunakan warna kontras yang lebih gelap agar memiliki kesan elegan saat digunakan oleh pemakai.

Secara filosofi, motif parang memiliki pesan yang sangat dalam. Parang sendiri memiliki arti lereng atau tebing, sehingga batik ini bermotif miring berbentuk diagonal. Berdasarkan motifnya yang menyerupai huruf “S” tanpa terputus-putus tersebut yang memiliki makna bahwa jangan menyerah. Untuk mengarungi bahtera kehidupan meskipun banyak lika-liku yang harus di lalui dan terus berupaya untuk memperbaiki diri agar lebih baik.

Kemudian, dikutip dari situs bahankain.com menyebutkan, bahwa motif batik udan iris adalah gabungan dari anela motif berbentuk pola dan garis-garis miring dan menorah ke satu sisi. Desin garis tersebut diais tujuh coral yaitu lidah api, setengah cawing, banjo salut, Klingon, traits, ada-ada, dan untu walang. 

Ketujuhnya disused rapat dan memanjang diagonal. Pola itu, solah-olah menggambarkan Sarah jatuhnya air hujan saat tertiup angin. Sedangkan, susunan padatnya melambangkan harapan dan doa supaya mendapatkan keberkahan darsi sang pencipta. 

Batik bermotif udan iris memiliki pesan mendalam bawa manusia harus selalu tabah menjalani kehidupan saat dilanda berbagai masalah yang menghadang. Sebagai makhluk ciptaan sang pencipta yang paling sempurna harus tahan terhadap masalar dan tidak bole mengeluh. 

 

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh MC KOTA PONTIANAK
  • Rabu, 28 Februari 2024 | 13:41 WIB
Momen Istimewa Ani Sofian Serahkan Lukisan Ampas Kopi ke Jokowi
  • Oleh Tri Antoro
  • Senin, 26 Februari 2024 | 18:11 WIB
Presiden: Jaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan hingga Idulfitri
  • Oleh Pasha Yudha Ernowo
  • Rabu, 21 Februari 2024 | 15:16 WIB
Presiden Apresiasi Inovasi MA Dorong Percepatan Transformasi Hukum
  • Oleh Tri Antoro
  • Selasa, 20 Februari 2024 | 21:15 WIB
Presiden: OJK Harus Makin Inklusif
  • Oleh Tri Antoro
  • Selasa, 20 Februari 2024 | 18:29 WIB
Presiden: Kualitas SDM Hakim Kunci Sistem Peradilan
  • Oleh Tri Antoro
  • Senin, 19 Februari 2024 | 20:53 WIB
Presiden Meresmikan RS Pusat Pertahanan Negara Panglima Besar Soedirman
  • Oleh Baheramsyah
  • Senin, 19 Februari 2024 | 20:02 WIB
Presiden Jokowi Tegaskan Bantuan Pangan Jadi Solusi Hadapi Kenaikan Harga