BPBD: Banjir di Nunukan Berangsur Surut

: Warga dibantu petugas membersihkan rumah dari sisa lumpur maupun material sampah dan puing yang terbawa banjir di Nunukan, Selasa (26/9)/ dok. BPBD Kabupaten Nunukan.


Oleh Jhon Rico, Rabu, 27 September 2023 | 21:18 WIB - Redaktur: Taofiq Rauf - 86


Jakarta, InfoPublik - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara, Arief Budiman menyatakan bahwa banjir yang merendam wilayahnya telah berangsur surut.

Saat ini masih ada dua desa di Kecamatan Sembakung Atulai dan enam desa di Kecamatan Sembakung yang terendam banjir pada Selasa (26/9/2023).

Penurunan Tinggi Muka Air (TMA) hingga 50 sentimeter juga terpantau di wilayah Kecamatan Sembakung.

Dengan adanya penurunan tersebut, jelas dia, maka elevasi sungai pun turun menjadi 4,5 meter dibanding hari sebelumnya yang mana mencapai posisi 5,05 meter.

“Banjir sisa menggenangi dua kecamatan, yaitu Sembakung Atulai ada dua desa dan Sembakung enam desa. Untuk Kecamatan Sembakung ada penurunan ketinggian air sekitar 50 dari kemarin,” kata Arief dalam keterangan yang diterima InfoPublik, Rabu (27/9/2023).

Dengan alasan keamanan dan keselamatan, pihak PLN setempat masih memadamkan aliran listrik. Sebab, banjir masih belum benar-benar surut sepenuhnya di beberapa titik.

“PLN masih dimatikan, semua fasilitas umum masih terendam,” ujar Arief.

Menurut laporan visual yang disampaikan Arief, banjir terlihat mulai surut dan namun masih merendam beberapa wilayah.

Sebagian warga dibantu petugas juga sudah mulai membersihkan rumah dari sisa lumpur maupun material sampah dan puing yang terbawa hanyut oleh banjir.

Sementara itu menurut laporan yang dihimpun Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir yang dipicu oleh hujan di wilayah hulu perbatasan antara Malaysia-Indonesia itu telah berdampak pada 11.230 jiwa dari 3.976 KK.

Sebanyak 1.198 rumah terdampak termasuk 51 unit fasilitas umum dan 54 hektare lahan pertanian turut terendam.

Adapun sebanyak 230 jiwa dari 62 KK masih mengungsi ke rumah kerabat maupun tenda darurat pengungsian mandiri maupun yang didirikan oleh lintas instansi.

Sebagai upaya penanganan darurat, lintas instansi terkait mulai dari BPBD Kabupaten Nunukan, Tagana Dinas Sosial, TNI, Polri, Satpol PP, relawan Destana, relawan kecamatan telah memberikan pelayanan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi maupun warga terdampak.

Dinas Kesehatan juga turut membuka pelayanan kesehatan gratis bagi para warga. Selain itu, distribusi bantuan logistik serta peralatan juga sudah disalurkan.

Seorang warga meninggal dunia setelah tepeleset kemudian hanyut dan tenggelam dalam kejadian banjir di wilayah tersebut.

Arief menyatakan, untuk seorang warga yang sebelumnya dilaporkan hilang telah ditemukan dalam kondisi selamat.

“Meninggal karena terpeleset dari rumahnya dan tenggelam karena banjir di Kecamatan Sembakung,” jelas Arief.

“Anak yang hilang sudah ditemukan,” tegas dia.

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh Jhon Rico
  • Selasa, 9 Juli 2024 | 22:25 WIB
Update Gempa M4,4 Batang, Sebanyak 240 Rumah Warga Rusak
  • Oleh Jhon Rico
  • Selasa, 9 Juli 2024 | 13:45 WIB
Bantuan Kemanusiaan RI Tiba di Port Moresby Papua Nugini
  • Oleh Jhon Rico
  • Senin, 8 Juli 2024 | 22:32 WIB
Petugas BPBD Lakukan Penanganan Darurat Banjir di Bone Bolango
  • Oleh Jhon Rico
  • Senin, 8 Juli 2024 | 21:59 WIB
Update Gempa Bumi M4.4 Batang, Sebanyak 49 Rumah Rusak