Jakarta, InfoPublik - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan untuk memenuhi segala kebutuhan dasar masyarakat, diperlukan sumber pendanaan yang berasal dari pajak. Oleh karena itu, ia mengimbau agar setiap warga negara sadar pajak. 

"Dalam konteks bahwa saya menjadi warga negara, kita semua tahu bahwa untuk menyediakan semua yang disebut basic right dari masyarakat, penduduk, bangsa yang merupakan bagian dari suatu negara,  maka dibutuhkan resources, sumber daya dan sumber daya itu diperoleh dari pajak," kata Sri Mulyani di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Rabu (11/7).

Pada kesempatan itu, Menkeu menjelaskan tentang pengelolaan APBN yang makin baik,  instrumen fiskal juga bisa digunakan untuk menjaga ekonomi dan masyarakat Indonesia pada saat ekonomi menghadapi goncangan seperti yang sekarang ini terjadi.

"Itulah fungsi kita selalu kenapa menjaga instrumen fiskal ini secara hati-hati, karena kita tahu bahwa setiap saat kadang-kadang kondisi berubah. Di situ lah negara diminta untuk hadir melalui berbagai kebijakan. Saya juga ingin sampaikan terutama kepada para mahasiswa yang menjadi relawan pajak, saya sangat memberikan apresiasi tinggi kepada Anda semuanya," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa defisit berjalan pada pelaksanaan semester I Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2018 hanya sebesar Rp110 triliun atau terendah dalam 4 (empat) tahun terakhir. Angka tersebut lebih kecil dibandingkan 2017 lalu sebesar Rp175 triliun.

“Ini sekali lagi menggambarkan bahwa Pemerintah terus berusaha membuat APBN kita menjadi sehat, menjadi kredibel, dan terutama dikaitkan dengan banyak sekali pendapat mengenai masalah utang dan pengelolaan utang,” kata Sri Mulyani.