Jakarta, InfoPublik – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan penggunaan ruang rawat inap pasien Tuberkulosis Resisten Obat (TB-RO) di Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ), Cempaka Putih.

“Ini adalah rumah sakit swasta pertama yang memiliki fasilitas untuk penanganan pasien TB RO,” kata Anies saat acara peresmian Ruang Inap TB RO di Rumah Sakit Islam Jakarta, Cempaka Putih, Rabu (11/7).

Menurutnya, salah satu masalah di Jakarta yang akan diselesaikan secara tuntas adalah TB, dan Pemprov DKI Jakarta akan melakukan penanggulangan persoalan ini.

Disebutkan, data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, ada 37.700 orang yang terdeteksi memiliki masalah TB. Dari 37.700 itu, ada 5.775 orang anak, dan 31 ribuan lainnya adalah orang dewasa. “Jadi anak-anak ada 5.700-an, dan data TB RO dari Dinas Kesehatan kita ada 556 orang, 70 persennya adalah warga DKI, dan 30 persen dari luar DKI,” terangnya.

TB RO ini, kata dia, penanganannya tidak sederhana, tapi membutuhkan secara tuntas. Oleh karena itu, sekarang di seluruh Rumah Sakit dan Puskesmas di wilayah DKI Jakarta siap untuk menangani pasien TB, termasuk untuk tindak lanjut sesudah pasien mengikuti pelayanan di Rumah Sakit.

“Kami semua mendukung apa yang dikerjakan Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSIJ Metta Desvini Primadona Seregar menambahkan, pihaknya akan mendukung program Pemprov DKI Jakarta untuk menuntaskan TB di Jakarta. “Kami berupaya untuk dukung program menuntaskan TB di Jakarta dan berupaya membangun ruang Rawat Inap TB RO,” paparnya.

Disebutkan, karena kapasitas di rumah sakit lain terbatas, dan banyak pasien yang tak terawat, maka pihaknya membuka ruang rawat inap ini. “Mudah-mudahan ke depannya kami banyak membantu dan bekerja sama dengan pemerintah DKI,” ungkapnya.