Jakarta, InfoPublik - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan, ancaman bahaya erupsi Gunung Agung yang terjadi 27 Juni 2018 hingga saat ini masih terlokalisir di dalam radius 4 kilometer.

"Potensi ancaman bahaya Gunung Agung terus dievaluasi mengikuti perkembangan data terkini," kata Kepala PVMBG Kasbani dalam keterangan pers yang disampaikan PVMBG di Jakarta, Rabu (4/7).

Untuk itu Ia meminta seluruh pihak agar tetap menjaga kondusivitas suasana di Pulau Bali, tidak menyebarkan berita bohong (hoax) dan meminta masyarakat tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Agung yang tidak jelas sumbernya.

"PVMBG terus melakukan pemantauan Gunung Agung 24 jam setiap hari tanpa hari libur, mengirimkan Tim Ahli Gunungapi yang telah berpengalaman melakukan mitigasi bencana erupsi gunungapi di Indonesia yang secara bergantian bertugas di Pos Pemantauan Gunung Agung bersama para Pengamat Gunungapi," ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat di sekitar G. Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, dan tidak melakukan pendakian, serta aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di dalam area kawah G. Agung dan di seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak G. Agung.

"Jika ada perubahan-perubahan yang signifikan maka Status ataupun Rekomendasi Gunung Agung dapat dievaluasi kembali," pungkas Kasbani.

 

 

Sumber: PVMBG, KESDM