Padang, InfoPublik - 150 Badan Usaha Milik Nagari (Bumnag) di Sumatera Barat menerima bantuan permodalan dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Selasa (3/7).

Penandatanganan kontrak penerimaan bantuan tersebut digelar di aula Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang.

Staf Khusus Kemendes PDTT, H. Febby Datuak Bangso mengatakan bahwa pemberian bantuan modal tersebut untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di pedesaan.

Sebab, menurut dia, Bumnag sendiri harus berkembang menjadi panutan bagi pelaku usaha yang ada di desa. Jika sudah begitu, maka tentu kemudahan untuk terus mendapatkan bantuan akan terus diperoleh.

"Jika sudah menjadi percontohan tentu akan dapat kemudahan lainnya, seperti dilirik kementerian lain. Akan banyak orang datang, akan banyak juga instansi lain memberi dukungan penguatan terhadap Bumnag. Bisa saja nanti melalui Corporate Social Responsibility (CSR) BUMN, kalau Bumnag itu dianggap layak," jelas Febby.

Kontrak permodalan tersebut, kata dia, tidak hanya sebatas seremonial saja, tapi masing-masing Bumnag harus melakukan pengembangan lebih bagus lagi kedepannya.

"Satu Bumnag dapat bantuan Rp.50 juta. Bantuan diharapkan juga dapat menjadi simultan kepala desa atau perangkat desa melalui musyawarah desanya mengalokasikan dana desa untuk permodalan Bumnag nya. Bagi yang belum menerima bantuan Insya Allah akan diusulkan tahun anggaran 2019," paparnya.

Ia menjelaskan, seluruh Bumnag yang menerima bantuan tersebut sudah diseleksi dari usulan yang cukup banyak, sedangkan slotnya terbatas. Dari 1800 Bumnag yang ada di Indonesia, Sumbar mendapat 9-10 persen dari kuota yang ada secara nasional. (Eko Kurniawan, S.Kom/Diskominfo/eyv)