Mentawai, Info Publik - Guna meningkatkan minat baca warga Mentawai, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan daerah setempat kembali menggiatkan perpustakaan keliling.

“Perpustakaan keliling dengan menggunakan mobil ini untuk sementara hanya ada di Tuapejat. Mobil ini berjalan setiap hari, dari Senin sampai Jumat kami datangi pembaca di dua titik tempat secara bergantian di Tuapejat, kemudian hari Sabtu dan Minggu kami datangi juga tempat-tempat wisata,“ kata Yundir Boer, staf Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Mentawai, sekaligus sopir mobil perpustakaan keliling di Tuapejat, Selasa (3/7).

Jelas Yundir, saat ini perpustakaan keliling memiliki 2 unit mobil dan 1 unit becak motor yang digunakan, yang mana setiap harinya berkeliling menyebar ke seluruh wilayah Tuapejat mulai dari perumahan, sekolahan sampai ke kantor-kantor.

Dua mobil, dan satu becak motor itu, kata Yundir, hanya untuk menyediakan buku bacaan, satu mobil disediakan untuk story telling dan juga disediakan televisi untuk film anak.

“Saat ini perpustakaan keliling ini hanya ada di Tuapejat Sipora Utara, namun untuk kecamatan lain, seperti di Sikakap, dan Siberut, mungkin secara bertahap dan bergilir akan dimulai layanannya, hal ini dilaksanakan karena memang minat baca warga Mentawai yang semakin bertambah,“ ujar Yundir.

Menurut Yundir, saat ini keberadaan perpustakaan bukan berfungsi membaca saja. “Perpustakaan keliling tentu sangat dirasakan manfaatnya bagi warga. Mereka yang tidak sempat datang ke perpustakaan umum bisa membaca buku di layanan perpustakaan keliling. Kita ingin mempermudah warga yang ingin membaca. Jadi, mereka tidak terkendala dengan harus datang ke perpustakaan,” paparnya. 

Kegiatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan budaya literasi di kalangan anak sejak usia dini. “Ini sebagai langkah kami membudayakan gemar membaca. Kami lakukan perpustakaan keliling ini supaya semangat gemar membaca bisa mencapai seluruh lapisan masyarakat, baik anak-anak maupun dewasa,” tambahnya.

Dia berharap dengan rutinnya perpustakaan menyambangi sekolah, pihaknya dapat mengedukasi masyarakat sehingga wawasannya menjadi lebih terbuka. “Untuk saat ini kami sudah mendatangi beberapa sekolah, dari tingkat SD sampai SMU meskipun baru di kawasan Tuapejat,“ ujarnya.

Untuk mendukung kegiatan itu, pihaknya menyediakan beberapa buku fiksi anak dan buku pelajaran. Bahkan, pihaknya juga kerap melakukan dongeng kepada anak agar pesan yang ada dalam buku bisa tersampaikan.

“Biasanya, kami mendongeng cerita anak dan anak-anak pun antusias sekali mengikuti perpustakaan keliling ini,” tuturnya.

Faleria (26), salah satu warga Tuapejat, dan juga pegawai kontrak di Dinas Kominfo Mentawai mengaku senang dengan adanya layanan ini. Karena, dia tak harus datang ke gedung perpustakaan. “Enggak susah harus datang ke perpustakaan, disini ada perpustakaan keliling,” katanya.

Ia menginginkan agar jadwal perpustakaan keliling bisa lebih sering lagi. Selain itu juga koleksi bukunya agar lebih banyak lagi. “Kalau bisa, banyak buku kekinian. Jadi, literatur untuk anak mudanya diperbanyak,” tuturnya. (Eko Kurniawan, S.Kom/Diskominfo/Eyv)