Jakarta, InfoPublik - Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anto Prabowo mengatakan selama ini OJK dan Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menjalankan program Jaring (Jangkau, Sinergi dan Guideline).

Program ini memberikan pembiayaan industri jasa keuangan kepada pelaku usaha di sektor perikanan dan kelautan, yang pada posisi akhir Maret 2018 tercatat telah mencapai Rp28,02 triliun.

Selain itu, program asuransi nelayan, dengan capaian tahun 2017 sebanyak 500 ribu nelayan dengan jumlah premi sebesar Rp87,5 miliar.

"Sinergi OJK dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam memajukan sektor kelautan dan perikanan selama ini sudah berjalan baik, di 2017 program asuransi nelayan sasarannya sudah sampai 500 ribu nelayan dengan jumlah premi sebesar Rp87,5 miliar, dan jumlah klaim per April 2018 sebesar Rp36,3 miliar," kata Anto Prabowo dalam siaran persnya, yang dikutip di Jakarta, Rabu (13/6).

Selain itu, sudah berjalan juga program asuransi usaha budidaya udang, dengan capaian sebanyak 2.004 pembudidaya, luas area 3.300 hektare dan jumlah premi sebesar Rp1.5 miliar.

"Jumlah klaim per April 2018 yaitu 57,41 Ha dengan nilai klaim Rp 287 juta," ujarnya.