Jakarta, InfoPublik - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong Perum Bulog serap Gabah (Sergap) petani ke daerah daerah yang masih sangat potensial untuk dilakukan penyerapan gabah guna meningkatkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi mengatakan, kalau turun langsung kelapangan, masih banyak petani yang melakukan panen. Untuk itu pihaknya mendorong Bulog melakukan percepatan sergab.

"Saya mengapresiasi Divre Bulog. Mereka ini hebat. Walaupun harga Rp4.600 per kg GKP, Divre Bulog tetap bisa beli beras Rp8.030 per kg," kata Agung, Selasa (12/6). 

Sasaran sergap yang dikunjungi Agung bersama-Tim satgas sergap, Kepala Dinas Pangan, BPTP dan Bulog adalah Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Tapin, Kalimantan Selatan.

Agung menambahkan, Senin lalu (11/6), saat mendatangi dua lokasi penggilingan padi kecil di kabupaten Kandangan dan satu di kabupaten Tapin, ia melihat langsung Bulog tengah memeriksa kondisi beras yang akan dibeli. Harga pembeliannya antara lain, Rp4.600 per kg gabah kering panen (GKP) dan menjualnya dalam bentuk beras ke Bulog dengan harga Rp.8.030 per kg. 

"Kok bisa, karena mereka  turun langsung ke petani/Gapoktan dan melakukan penyerapan gabah  kerja sama dengan penggilingan lokal," tambahnya. 

Menurut Agung, mestinya apa yang dilakukan sub divre Bulog Barabai yang membawahi 6 kabupaten  yaitu Barabai, Tapin, Kandangan, Balangan, Amuntai dan Tabalong bisa diikuti Sub Divre lainnya sehingga CBP lebih cepat terisi.

Dari tiga penggilingan yang didatangi Agung, terjadi transaksi pembelian oleh Divre Bulog sebesar 350 ton per minggu. Ketiga penggilingan itu adalah, dua penggiligan di HSS, yaitu Perusahaan Penggilingan Padi Dua Saputra di desa Mandala,  Kecamatan Telaga Langsat sebesar 150 ton per minggu dan Penggilingan Suka Bersama di desa Bamban Utara sebanyak 100 ton/minggu.

Selain itu, penggilingan Lembaga Usaha Pangan Masyararakat binaan BKP di desa Bakarangan Kecamatan Bakarangan Kabupaten Tapin sebanyak 100 ton/minggu.

Agung mengatakan, upaya mengisi CBP ini sangat penting agar CBP kokoh. Untuk itu jajaran BKP Kementan bersama-sama Satgas sergap, Dinas Pangan, BPTP dan Bulog akan terus melakukan percepatan sergap.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ketua Satgas sergap Dandim 1003 Kandangan Korem 101 Antasari Letkol Suhardi Aji. Kegiatan Sergab ini sangat penting dilakukan agar CBP bisa terisi seperti yang diharapkan sehingga ketahanan pangan nasional kuat.

“Target sergap yang ditetapkan di Kalsel dari Januari sampai Agustus 2018 sebesar 22.000 ton, hingga 12 Juni baru mencapai 4.553 ton (25,82 persen). Sedangkan target harian 1.014 ton per hari,” ungkapnya.

Selain dari BKP Kementan, kegiatan sergap ini juga hadir Satgas sergap Kasiter Letkol Imam Muchtarom, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalsel Suparno, Dinas Pertanian, BPTP, dan Bulog.