Padang, InfoPublik - Saat  Ramadan 1439 H, berbagai makanan dan minuman yang menggoda selera banyak dijual di sore hari menjelang berbuka puasa (pabukoan) di wilayah Kota Padang Sumatera Barat. Pedagang pabukoan (khas setempat) mudah dijumpai. Hampir disepanjang jalan ragam makanan dan minuman, gorengan, kue basah, kue kering, serta lauk pauk dijajakan. 

Banyaknya pabukoan yang dijual, dengan berbagai jenis, konsumen diharapkan tetap berhati-hati, dan jeli dalam membeli. Jangan sampai pabukoan yang dibeli tidak sehat karena menggandung bahan-bahan yang mungkin berbahaya. 

“Jangan sampai ibadah puasa menjadi terganggu, akibat salah memilih pabukoan. Harus pintar dalam membeli pabukoan,” ujar Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang, Martin Suhendri, Jumat (25/5/2018).

Dikatakan Martin, pabukoan sebagai makanan dan minuman yang dikonsusmsi setiap hari selama Ramadan, tentunya harus diperhatikan aspek keamanan kesehatannya. Jangan sampai mempertaruhkan kesehatan demi pabukoan yang tampak menarik dari luar, murah, tetapi berbahaya.

Cara sederhana untuk mengetahui pabukoan yang dijual sehat dan aman, pertama, kata Martin, jangan beli pabukoan dengan warna yang terlalu mencolok.

Menggunakan bahan pewarna merupakan salah satu usaha untuk menghasilkan penampilan yang menarik pada makanan. Bahan pewarna bisa berasal dari bahan alami atau bahan sintetis. Antara pewarna alami dan sintetis tentunya akan lebih mahal yang menggunakan pewarna alami. Karena untuk menghasilkan tingkat warna tertentu, bahan yang dibutuhkan lebih banyak dibandingkan pewarna sintetis. Selain itu, warna yang dihasilkan oleh pewarna alami biasanya tidak seterang dan semenarik pewarna sintetis.

Bahan pewarna alami misalnya daun suji, pandan, kunyit, bit, gula kelapa, wortel dan lainnya. Sementara pewarna sintetis yang boleh digunakan untuk makanan misalnya Tartrazine CI 19140, Ponceau 4R CI No. 16255, Eritrosin CI No. 45430, Briliant Blue CI No. 42090 dan sebagainya.

Kandungan-kandungan pewarna ini juga ada batas maksimumnya. Sementara itu, pewarna sintetis yang dilarang misalnya Rhodamin B, Kuning Metanil, Magenta I, II dan III, Kobalt Asetat.

Mengkonsumsi makanan yang mengandung pewarna sintetis yang berbahaya tentunya beresiko menimbulkan masalah kesehatan mulai dari reaksi alergi, mual, muntah hingga sakit kepala dan diare. “Jika ingin membeli pabukoan, jangan membeli yang warnanya terlalu terang.Dikhawatirkan makanan itu mengandung pewarna buatan yang berbahaya bagi kesehatan,”jelasnya.

Kedua, memperhatikan bau, rasa, dan tekstur yang tetap wajar. Tiga hal itu sangat perlu diperhatikan. Jika baunya terlalu menyengat, rasanya aneh dan terlalu kuat teksturnya atau terlalu kenyal. (Mcpadang/TR)