Jakarta, InfoPublik - Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani membagikan sejumlah bantuan ke masyarakat.

Dalam keterangan resminya Kamis (24/5) Menko Puan membagikan 500 bibit rambutan dan bibit mangga. Ia mengatakan agar bibit-bibit tersebut segera ditanam dan hasilnya bisa dikonsumsi sendiri dengan keluarga ataupun dijual.

Selain itu juga Menko Puan membagikan 300 orang Program Keluarga Harapan (PKH), 300 orang Keuarga Penerima Manfaat Bantuan Pangan Non Tunai (KPM BPNT), 300 orang KPM Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan 200 orang penerima Surat Keputusan Tunjangan Profesi Guru (SK TPG).

“Siswa penerima KIP akan mendapatkan bantuan uang guna pendanaan pendidikan. Tingkat SD mendapatkan uang Rp450 ribu, SMP Rp750 ribu, SMA Rp1 juta. Selain itu KIP bisa digunakan untuk mengambil dana lewat ATM di bank menjelang kenaikan kelas, jelas Menko Puan.

Diserahkan pula bantuan peralatan pertanian seperti lima unit pompa air (untuk pertanian tanaman pangan), 1 unit traktor 4 roda, 10 unit rice transplanter 2 roda (mesin tanam padi).

Menko Puan juga memberikan bantuan 1 unit mobil pick up serbaguna operasional kebencanaan, 50 buah alat bantu dengar bagi disabilitas, 50 buah kruk ketiak, 75 buah kursi roda, 50 buah canadian, 50 buah tongkat putih untuk tunanetra, 10 buah bumdes masing-masing senilai Rp. 50 juta, 3 paket/3 sekolah sanitasi sekolah, rehab kelas untuk 1 SD dan 1 SMP, TIK untuk di kelas: laptop, LCD, screen/ layar, printer, dan sound system untuk 9 SD, 9 ruang kelas baru (RKB), 21 unit komputer.

Sebagaimana diketahui, prioritas agenda pembangunan pemerintah adalah melakukan percepatan peningkatan kesejahteraan rakyat. Percepatan ini diupayakan melalui jaminan pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat yang tidak mampu.

“Bantuan yang diberikan sudah disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah. Semoga apa yang sudah diterima insya Allah, bisa bermanfaat dan dirawat sehingga bisa dipergunakan untuk waktu atau jangka panjang,” harap Menko Puan.